Mbak Ira Suster Cantik –  Ini berlangsung beberapa waktu waktu lalu, di mana waktu itu saya tengah dirawat di dalam rumah sakit untuk beberapa waktu. Saya masih tetap duduk di kelas 2 SMA saat itu. Serta dalam soal asmara, terutamanya “bercinta” saya benar-benar belumlah mempunyai pengalaman bermakna.

Mbak Ira Suster Cantik – Saya tidak paham bagaimana mengawali narasi ini, sebab semua berlangsung demikian saja. Tiada kusadari, ini ialah awal dari semua pengalaman asmaraku s/d sekarang ini.

Mbak Ira Suster Cantik – Sebutlah saja nama wanita itu Ira, sebab jujur saja saya tidak paham siapa namanya. Ira ialah seseorang suster rumah sakit di mana saya dirawat. Sebab terjangkit tanda-tanda pengakit hepatitis, saya mesti dirawat di Rumah sakit saat beberapa waktu.

Mbak Ira Suster Cantik – Saat itu pun Ira setiap waktu tetap melayani serta merawatku dengan baik. Orang tuaku sangat repot dengan usaha pertokoan keluarga kami, hingga saat di rumah sakit, saya semakin banyak habiskan waktu seseorang diri, atau jika cocok kebetulan teman-temanku hadir membesukku saja.

Mbak Ira Suster Cantik – Yang kuingat, hari itu saya telah mulai terasa cukup baikkan. Saya dapat mulai duduk dari tempat tidur serta berdiri dari tempat tidur sendiri. Walau sebenarnya awal mulanya, jangankan untuk berdiri, untuk mengubah badan saat tidurpun rasa-rasanya begitu berat serta lemah sekali.

Mbak Ira Suster Cantik – Siang itu hawa berasa cukup panas, serta pengap. Sekalinya ruangan kamarku ber AC, serta cukuplah luas untuk diriku seseorang diri. Akan tetapi, saya betul-betul terasa pengap serta sekujur tubuhku rasa-rasanya lengket. Yah, saya sudah beberapa waktu tidak mandi. Maklum, dokter belumlah mengizinkan saya untuk mandi sampai demamku betul-betul turun.

Pada akhirnya saya mendesak bel yang ada selain tempat tidurku untuk menyebut suster. Selang beberapa saat, suster Ira yang kuanggap sangat cantik serta terbaik dimataku itu masuk ke kamarku.

“Ada apakah Dik?” tanyanya ramah sekalian tersenyum, manis sekali.

Mbak Ira Suster Cantik – Tubuhnya yang sintal serta cukup membungkuk sekalian mengecek suhu tubuhku membuat saya bisa lihat bentuk payudaranya yang tampak montok serta mengundang selera.

“Eh, ini Mbak. Saya terasa tubuhku lengket semua, mungkin sebab cuaca ini hari panas sekali serta telah lama saya tidak mandi. Jadi saya ingin bertanya, apa saya telah bisa mandi ini hari mbak?”, tanyaku sekalian menuturkan panjang lebar.

Mbak Ira Suster Cantik – Saya memang suka terlibat perbincangan dengan suster cantik yang satu ini. Ia masih tetap muda, sekurang-kurangnya hanya lebih tua 4-5 tahun dari usiaku waktu itu. Mukanya yang ciri khas itupun tampak begitu cantik, seperti orang India jika disaksikan selintas.

“Oh, demikian. Tetapi saya tidak berani kasih jawabannya saat ini Dik. Mbak harus bertanya dahulu sama Pak dokter apakah adik telah bisa dimandiin apakah belum”, tuturnya ramah.

Mbak Ira Suster Cantik – Dengar kalimatnya untuk “memandikan”, saya terasa darahku seakan berdesir keatas otak semua. Pikiran kotorku memikirkan kalau benar Mbak Ira ingin memandikan serta menggosoki sekujur tubuhku. Tiada sadar saya terbengong sesaat, serta batang kontolku berdiri di balik celana pasien rumah sakit yang tipis itu.

“Ihh, kamu nakal deh mikirnya. Kok pakai ngaceng semua sich, tentu mikir yang ngga-ngga ya. hi hi hi”.

Mbak Ira Suster Cantik – Mbak Ira nyatanya lihat reaksi yang berlangsung pada penisku yang memang seharusnya kuakui sudah sempat mengeras sekali barusan. Saya hanya tersenyum meredam malu serta tutup sisi bawah tubuhku dengan selimut.

“Ngga kok Mbak, hanya spontanitas saja. Ngga mikir macem-macem kok”, elakku sekalian lihat senyumannya yang makin manis itu.

Mbak Ira Suster Cantik

“Hmm, jika memang kamu ingin terasa gerah sebab tubuh berasa lengket Mbak dapat mandiin kamu, kan itu telah keharusan Mbak kerja di tempat ini. Tetapi Mbak bener-bener ngga berani jika Pak dokter belumlah mengijinkannya”, lanjut Mbak Ira kembali seakan memancing gairahku.

“Ngga apa-apa kok mbak, saya ketahui Mbak ngga bisa asal-asalan mengambil keputusa” jawabku serius, saya tidak ingin tampak “nakal” di depan suster cantik ini. Kembali juga saya belumlah pengalaman dalam hal menarik wanita.

Suster Ira masih tetap tersenyum seakan menaruh keinginan spesifik, lalu ia ambil bedak Purol yang ada di atas meja selain tempat tidurku.

“Dik, Mbak bedakin saja yah agar ngga gerah serta berasa lengket”, sambungnya sekalian buka tutup bedak itu serta melumuri telapak tangannya dengan bedak.

BACA JUGA  : KENANGAN SEKS DI BALI

Mbak Ira Suster Cantik – Saya tidak dapat menjawab, jantungku rasa-rasanya berdebar kencang. Tahu-tahu, ia telah buka kancing pakaianku serta membuka bajuku. Saya tidak menampik, sebab dibedakin dapat juga menolong menghilangkan perasaan gerah pikirku waktu itu.

Mbak Ira lalu menyuruhku mengubah tubuh, hingga saat ini saya dalam kondisi tengkurap di atas tempat tidur.

Mbak Ira Suster Cantik – Tangannya mulai berasa melumuri punggungku dengan bedak, berasa sejuk serta halus sekali. Pikiranku tidak dapat termonitor, semenjak di rumah sakit, sudah lama saya tidak memikirkan beberapa hal mengenai sex, atau lakukan masturbasi seperti umumnya saya kerjakan di rumah dalam kondisi sehat.

Mbak Ira Suster Cantik – Kontolku betul-betul berdiri serta mengeras tertimpa oleh tubuhku sendiri yang dalam kondisi tenglungkup. Rasa-rasanya ingin kugesek-gesekkan kontolku di permukaan ranjang, akan tetapi mustahil kulakukan sebab ada Mbak Ira sekarang ini. fantasiku melayang-layang jauh, ditambah lagi kadang-kadang tangannya yang mungil itu meremas pundakku seperti tengah memijat.

Berasa ada cairan bening mengalir dari ujung kontolku sebab terangsang.

Sesaat lalu Mbak Ira menyuruhku mengubah tubuh. Saya terasa canggung bukan main, sebab takut ia kembali lihat kontolku yang ereksi.

“Iya Mbak..”, jawabku sekalian berupaya menentramkan diri, sayapun mengubah tubuhku.

Mbak Ira Suster Cantik – Sekarang kupandangi mukanya yang ada demikian dekat denganku, rasa-rasanya bisa kurasakan hembusan nafasnya di balik hidung mancungnya itu. Kucoba mendesak perasaan serta pikiran kotorku dengan pejamkan mata.

Mbak Ira Suster Cantik – Saat ini tangannya mulai membedaki dadaku, jantungku kutahan sekuat mungkin supaya tidak berdegup sangat kencang. Saya betul-betul terangsang sekali, ditambah lagi waktu seringkali telapak tangannya menyentuh putingku.

“Ahh, geli serta enak banget”, pikirku.

“Wah, kok jadi keras ya? he he he”, saya kaget dengar ucapannya ini.

“Ini loh, putingnya jadi keras.. kamu terangsang ya?”

Mbak Ira Suster Cantik – Dengar ucapannya yang demikian vulgar, saya betul-betul terangsang. Kontolku langsung berdiri kembali bahkan juga lebih keras dari mulanya. Tetapi saya tidak berani melakukan perbuatan apa-apa, hanya mengharap ia tidak lihat mengarah kontolku.

Mbak Ira Suster Cantik – Saya hanya tersenyum serta tidak bicara apa-apa. Nyatanya Mbak Ira makin berani, ia saat ini bukan kembali membedaki tubuhku, tetapi mainkan putingku dengan jari telunjuknya. Diputar-putar serta kadang-kadang dicubitnya putingku.

“Ahh, geli Mbak. Janganlah digituin”, kataku meredam malu.

“Kenapa? Nyatanya cowok dapat terangsang pun yah jika putingnya dimainkan gini”, sambungnya sekalian melepas jari-jari nakalnya.

Mbak Ira Suster Cantik – Saya betul-betul kehabisan beberapa kata, dilema kurasakan. Disatu bagian saya ingin selalu di”kerjain” oleh Mbak Ira, satu bagian saya terasa malu serta takut ketahuan orang yang lain yang mungkin tidak diduga masuk.

NONTON JUGA : NGENTOT DENGAN SAUDARA PEREMPUANKU

“Dik Iwan telah miliki pacar?”, bertanya Mbak Ira kepadaku.

“Belum Mbak”, jawabku berdebar, sebab memikirkan mengarah manakah ia akan bicara.

“Dik Iwan, sempat main sama cewek ngga?”, tanyanya kembali.

“Belum mbak” jawabku kembali.

“hi.. hi.. hi.. waktu ngga sempat main sama cewek sih”, sambungnya centil.

Mbak Ira Suster Cantik – Aduh pikirku, begitu bodohnya saya dapat sampai terjerat olehnya. Memangnya “main” apaan yang saya pikirkan baru saja. Tentu ia berfikir saya betul-betul “nakal” pikirku waktu itu.

“Pantes deh, de Iwan dari barusan Mbak perhatiin ngaceng selalu, Dik Iwan ingin main-main sama Mbak ya?

Mbak Ira Suster Cantik – Wow, nafsuku langsung bergolak. Saya hanya terbengong-bengong. Belum saya menjawab, Mbak Ira telah mengawali laganya. Dicumbuinya dadaku, diendus serta ditiup-tiupnya putingku. Berasa sejuk serta geli sekali, lalu dijilatnya putingku, serta disedot sekalian mainkan putingku di dalam mulutnya dengan lidah serta gigi-gigi kecilnya.

“Ahh, geli Mbak”m rintihku keenakan.

Mbak Ira Suster Cantik – Lalu ia menciumi leherku, telingaku, serta pada akhirnya mulutku. Awalannya saya hanya diam saja tidak dapat apa-apa, sesudah sesaat saya mulai berani membalas ciumannya. Waktu lidahnya memaksa masuk serta menggelitik langit-langit mulutku, sangat terasa geli serta enak, kubalas dengan memelintir lidahnya dengan lidahku.

Mbak Ira Suster Cantik – Kuhisap lidahnya dalam-dalam serta mengulum lidahnya yang basah itu. Kadang-kadang saya menggerakkan lidahku dalam mulutnya serta terhisap oleh mulutnya yang merah tipis itu. Tanganku mulai berani, mulai kuraba pinggulnya yang montok itu. Akan tetapi, waktu saya coba membuka rok kostum susternya itu, ia melepas diri.

 

Bersambung ke bagian-2 . . . . .