Tante Dewi Yang Montok – Saya memang termasuk juga pria yang aneh. Napsuku cuma pada wanita-wanita STW yang menyukai kenakan kebaya serta berkonde. Terkadang waktuku habis ke pesta-pesta pernikahan cuma untuk lihat wanita-wanita yang kenakan pakaian itu. Kalau tidak ada pesta penikahan saya pergi ke beberapa tempat hiburan tradisionil (ronggeng) dimana beberapa penari serta penyayinya kenakan kebaya serta berkonde.

Tante Dewi Yang Montok – Sempat dalam satu hari saya pergi ke wilayah Karawang untuk mencari hiburan ronggeng serta saya begitu menikamati sekali walau harus lihat dandanan yang menor. Kehidupan semacam ini membuatku terkadang tersiksa, tetapi itu fakta hidup yang perlu saya lalui serta saya nikmati.

Tante Dewi Yang Montok – Seperti kata orang kemauan seperti yang saya alami itu adalah hal lumrah serta susah untuk diperdebatkan ditambah lagi tersangkut hasrat. Jadi manusia normal serta s/d usiaku masuk kepala 4 saya masih berupaya untuk memperoleh seseorang wanita yang siap menemaniku serta kenakan pakaian dan berdandan sesuai dengan keinginanku.

BACA JUGA : BERTUKAR PASANGAN DENGAN TETANGGA

Tante Dewi Yang Montok – Saya sempat berusaha untuk menempatkan iklan lewat iklan baris lewat internet, sesudah hampir satu tahun saya terima pesan e-mail pertama dari seseorang wanita berumur 41 tahun yang mengatakan jika ia begitu terharu sesudah membaca iklanku serta bersedia menjadi rekan saya sekalinya harus kenakan pakaian serta berdandan sesuai dengan keinginanku.

Tante Dewi Yang Montok – Ia tinggalkan nomer telephone serta kami janji untuk berjumpa satu minggu lalu. Sehubungan saya telah beristri serta Tante Dewi (nama samaran) juga sudah bersuami saya janji akan menjemputnya di salon di wilayah kebayoran baru.

Tante Dewi Yang Montok – Hari itu ialah hari Sabtu jam 11 siang saya telah ada di muka salon sesuai dengan janji di telpon serta menanti bidadariku keluar dari salon. Pas jam 11.45 Tante Dewi keluar dari salon serta sudah berdandan rapi kondenya gede serta licin (konde jawa) serta berkebaya, kelihatan begitu anggun serta femimin.

Tante Dewi Yang Montok – Saya ajak Tante Dewi untuk pergi ke satu motel wilayah Jakarta Selatan supaya lebih privasi ngobrolnya dan saya dapat sepuasnya melihat sang bidadari.

Tante Dewi Yang Montok – Sesampai di motel kami mengobrol panjang lebar tentang kehidupan keluarga semasing dan kehidupan pribadi kami. Saya bercerita ke Tante Dewi tentang kemauan saya serta mengucapkan terima kasih padanya atas kesediaannya untuk temani saya. Setelah bercakap panjang lebar saya minta Tante Dewi supaya saya diijinkan untuk mencium keningnya.

Tante Dewi Yang Montok – Waktu saya mencium kenig nyatanya tangan saya ditarik untuk menggenggam susunya yang nyatanya mulai mengeras, tetapi belum buka kebaya. Saya sebut pada Tante Dewi jika saya sebetulnya cuma kagum pada wanita yang berdandan semacam ini, serta hanya melihat serta mencium sinyal sayang.

Tante Dewi Yang Montok – Tetapi Tante Dewi sebut jika malah ia lebih senang dengan pria yang jujur serta tidak grasa grusu dalam permasalahan seks dan memperlakukan ia dengan lembut.

Tante Dewi Yang Montok – Satu hal yang ia gemari dari saya ialah badanku yang tinggi 178, berat 74 seimbang serta memiliki rambut pendek serta berkulit sawomatang, sesaat Tante Dewi dengan tinggi tubuh kurang lebih 165 berat 53 bra 36 c pantatnya gede serta kulit putih.

Tante Dewi Yang Montok – Tante Dewi rasakan terproteksi selain itu sebab kami berdua telah berkeluarga jadi risikonya lumayan kecil sebab ada satu komitment di antara kami jika masalah keluarga masing masing yang perlu diprioritaskan jika ada kemauan dari satu diantara faksi untuk berjumpa. Tante Dewi rasakan terproteksi saat dalam perjalanan dari salon ke arah motel.

Tante Dewi Yang Montok – Tante Dewi lalu menanyakan apa saya dapat memijitnya, saya sebut dapat, tetapi tidak dapat keras. Kebetulan Ibu ada bodi lotion yang lembut tolong kamu pijitin Ibu. Lalu Tante Dewi mengusung kebayanya sampai lutut selonjor di tempat tidur sekalian saya pijitin kakinya, lama-lama semakin ke atas pahanya, sekalian sesekali mencium keningnya.

Tante Dewi Yang Montok – Kata Tante Dewi dapat tidak Ibu membuka saja kebaya serta kainnya supaya lebih gampang memijitnya, saya sebut silakan saja, jika menurut Ibu itu lebih gampang.

Tante Dewi Yang Montok – Lalu Tante Dewi telah cuma kenakan CD serta bra transparan tetapi rambutnya masih rapi dengan konde, saya sampai rasakan seperti mimpi lihat keindahan badan wanita yang walau gemuk (padat berisi) tetapi sebab masih kenakan konde jadi masih terpancar aura kewanitaannya, serta membuat saya demikian horny.

Tante Dewi Yang Montok – Tante Dewi tawarkan saya jika ingin membuka saja celana panjang serta bajumu agar tidak kusut, serta saya patuhi permohonannya. Sayapun mulai memijat dari paha lalu perlahan-lahan tempat mulai ke pangkal paha, Tante Dewi mulai menggelinjang kegelian, tetapi saya masih dapat kuasai diri untuk berkonsentrasi pada mijit.

Tante Dewi Yang Montok
Tante Dewi Yang Montok – Tetapi mungkin sebab selalu dibikin geli Tante Dewi lalu menarik tangan kiriku untuk mulai menyentuh susunya yang memiliki ukuran kurang lebih 36 c, seimbang dengan tinggi serta beratnya. Sesudah 30 menit mijit Tante Dewi meminta untuk ke kamar mandi (pipis) sesaat saya berupaya menetralkan pemikiran saya dengan melihat acara film komedi di TV.

Tante Dewi Yang Montok – Melawan wanita seperti Tante Dewi saya harus dapat mengatur diri serta membuat ia ingin tahu, sebab seseorang wanita ditambah lagi STW memang memerlukan foreplay yang panjang serta harus terkesan.

Tante Dewi Yang Montok – Sesudah usai dari kamar mandi Tante Dewi meminta untuk dilanjutkan pijitnya yakni belakangnya. Sekalian memijit belakangnya saya mulai mencium leher serta terkadang menjilat kupingnya yang nyatanya membuat ia demikian geli serta napasnyapun mulai tidak keruan, ia minta saya untuk buka hubungan BH nya serta saat ini cuma kenakan celana dalam.

Tante Dewi Yang Montok – Berbau wangi badan serta berbau kewanitaan demikian menghidupkan gairahku tetapi saya masih mengatur diriku supaya dalam permainan seks kelak Tante Dewi betul-betul mendapatkan servis yang memberi kepuasan, ini penting untuk jalinan periode panjang.

Tante Dewi Yang Montok – Tangan kanan saya masih memijit bahu, sekalian sesekali menjilat leher, sesaat tangan kiri saya mulai mengelus putingnya yang sebesar kelereng, serta membuat Tante Dewi semakin meronta sebab geli, lalu ia bisikan ke saya jika baru sekali inilah rasakan enaknya permainan awal (foreplay) yang mengagumkan.

Tante Dewi Yang Montok – Terkadang Tante Dewi menggigit kecil bibirku serta kedang mengulumnya dengan napsu, sekalian tangan kanannya mengelus-ngelus batangku yang telah mulai tegang.

Tante Dewi Yang Montok – Sebab telah tidak tahan ia meminta saya geser duduk bertemu dengannya serta sekalian mencium bibir serta mengelus puting jari kanan saya mulai mengelus vegynya yang nyatanya mulai keluarkan lendir.

Tante Dewi Yang Montok – Sesudah itu Tante Dewi geser ke pinggir tempat tidur serta buka pahanya lebar lebar, saya sekalian jongkok serta mulai menjilat vegynya diawali dari klitorisnya yang sebesar biji kacang tanah, serta membuat Tante Dewi duduk tetapi selalu menggerakkan pantatnya sebab geli serta napsu.

Tante Dewi Yang Montok – Sekalian menjilat klitoris tangan saya mainkan puting susunya yang keras sekalian sesekali meremasnya. Pergerakan badan Tante Dewi telah mulai tidak teratur sebab selain meredam geli napsu seks yang mulai bertambah.

Tante Dewi Yang Montok – Supaya tidak mengakibatkan kerusakan dandanan rambutnya saya meminta Tante Dewi ganti tempat yakni nungging di atas tempat tidur serta saya telentang supaya bisa menjilat klitorisnya yang telah mulai basah. Pantatnya mulai digoyangkan kekanan kekiri serta jari kanan saya dengan dikit lotion mengelus sela pantatnya serta menurut Tante Dewi begitu nikmat rasa-rasanya. Celoteh Tante Dewi mulai tidak keruan..

“Mas.. Papah.. Teruss.. Achh enaknya..”

Mulut sayapun selalu menjilat klitorisnya serta jari saya selalu mengelus di antara bongkahan pantatnya serta lebih masuk .

“Achh.. Mmmhh.. Teruss.. Mas.. Aduh telah tidak tahan nih..”

Tante Dewi Yang Montok – Pada akhirnya saya masih telentang serta Tante Dewi meminta supaya input sikecil saya ke vegynya.. Saya katakana jika silakan saja jika Ibu telah tidak tahan serta saya meminta supaya Ibu masukin tetapi membelakangi saya itu berasa lebih nikmat.. Serta.. Nyatanya sesudah masuk bless.. Tan Dew mulai.. Mendesah sekalian bergerak maju mundur..

“Mmmhh.. Ohh.. Enakk.. Mass.. Bersama saja keluarnya..”

Saya sebut jika pelan-pelan saja bu.. Agar nikmat.. Sekalian saya menjilat belakang nya.. Serta tangan ku meremas serta sekali memilin puting susunya..

“Aohh.. Nikmatt.. Mmmhh selalu.. Tahan.. Agar keluar bersama.”

Tante Dewi Yang Montok – Sebab tempat Tante Dewi di atas.. membuat ia cepat nyampenya.. Serta saat ia telah nyampe secepatnya dibalikkan badannya jadi tempat saat ini bertemu dimana saya masih telentang.. Serta ini membuat saya lebih gampang menjilat susu serta sesekali menggigit kecil putingnya..

Tante Dewi Yang Montok – Lalu kami berdua tidur sebab lelah sekalian berpelukan. Dalam kepenatan itu saya masih sudah sempat mencium keningnya, bibirnya serta terkadang puting susunya saya jilatin sebab seks buat seseorang wanita stw tidak cuma saat pucuk tetapi setelah nikmati orgasme, sebab disitulah letak kenikmatan seseorang wanita.

Tante Dewi Yang Montok – Tante Dewi kemudian menawarkan kepada saya untuk pertemuan berikutnya dia akan membawa baju tidur transparan untuk membuatku lebih bernapsu lagi, karena menurut Tante Dewi laki-laki biasanya suka dengan hal hal yang membuat dia penasaran dan saya katakan bahwa Ibu sangat baik terhadap saya. Dan siang itu Tante Dewi mengalami orgasme hingga 3 kali. 2 kali di tempat tidur dan sekali di kamar mandi sambil berendam.

NONTON JUGA : NGENTOT DENGAN PENGACARA CANTIK

Tante Dewi Yang Montok – Di kamar mandi kami lakukan foreplay dengan posisi duduk di dalam bathtub sambil berpagutan, saling mengelus menjilat dan kadang-kadang saling meremas, setelah foreplay permainan sex dilakukan dengan posisi duduk dan kadang berdiri dimana sebelah kaki Tante Dewi diangkat.

Tante Dewi Yang Montok – Posisi berdiri ini ternyata membuat Tante Dewi sangat senang karena mulut saya lebih leluasa menjilat dari kening hingga ke puting susunya dan membuat Tante Dewipun melakukan hal yang sama terhadapku.

Tante Dewi Yang Montok – Setelah puas dengan permainan sex yang nikmat karena dimulai dengan foreplay yang asyik.. akhirnya Tante Dewi minta untuk membuka konde dan kebaya kemudian mengganti dengan baju biasa yang sudah disiapkan dari rumah, sayapun mengantar Tante Dewi ke Blok M untuk kembali ke rumahnya dengan taxi..

Tante Dewi Yang Montok – Saya benar-benar puas karena keinginan saya yang selama ini hanya memandang wanita-wanita berkebaya dan berkonde, namun kali ini bukan hanya memandang namun sampai ke permainan sex yang memuaskan kedua belah pihak.

Tante Dewi Yang Montok – Memperlakukan seorang wanita yang anggun dengan lembut dan pelan tapi pasti akan membuat kenangan indah baginya, dan ini terbukti setelah 2 minggu berlalu Tante Dewi menelponku untuk kembali bertemu dan sesuai janjinya dia juga akan membawa baju tidur transparan agar bisa lebih memuaskan aku. Terimakasih Tante Dewi atas kebaikanmu.