Kisah Dibalik Sebuah Penghianatan Bagian ke – 2

 

Joko menarik lengan Lina serta memapahnya ke kamar mandi. Lina sudah sempat lihat Ardi serta katakan “sorry honey”.

Ardi juga cuma pasrah lihat pacarnya di giring kekamar mandi yang ada pojok kamar. Dia cuma dapat memikirkan apakah yang akan berlangsung disana. Akal bulus Joko tidak berhenti sampai disana, dia punya niat mengalahkan Lina sampai gadis itu betul-betul tunduk kepadanya tiada desakan. Jadi sesampainya di kamar mandi Joko ingat perkataan Lina mengenai kejutan baru saja. Karena itu ia coba menghasut Lina.

“Maaf ya cantik, Bapak sebenernya tidak ingin lakukan perihal ini ke wanita baik-baik seperti kamu”. kata Joko dekat telinga gadis itu “terus jelas aja…sebenarnya semuanya gagasan pacar kamu itu. Ia minta Bapak menjalankan kemauannya untuk bikin surprise untuk kamu. Pacarmu katakan ia ingin ngeliat kamu dientot lelaki lain” Joko memperjelas.

“Apaaa…!!?” sengit Lina dalam hati tidak yakin pendengarannya, darahnya mulai naik terhasut omongan Joko, dia terdiam saat sesaat sesaat Joko selalu menggerayangi badan telanjangnya yang telah basah oleh air hangat. Entahlah apakah yang dipikirkannya waktu itu. Tidak diduga saja dia menjadi binal. Di mukanya yang cantik terkembang satu senyuman nakal yang diperuntukkan pada si penjaga villa. Lalu dia buka pintu kamar mandi serta menarik Joko ke pojok kamar mandi. Dari arah itu Ardi bisa lihat dengan begitu jelas kedua-duanya sama-sama bertukar lidah sekalian berpelukan mesra. Ardi juga makin bingung serta panas lihat pergantian sikap Lina itu. Lina yang semula pendiam serta sudah sempat iba lihat Ardi menjadi binal dengan tatapan matanya seolah ingin memberikan suatu pada Ardi.

“aaachhh enakkhh sayaaangh!!” ringis Joko keenakan saat lidah Lina mulai menyebar ke leher serta mengisap puting hitamnya yang berbulu.

Tidak berhenti sampai situ, jilatan Lina mulai turun ke selangkangan Joko. Penis besar itu mulai disedot Lina, walaupun tampak cukup kesusahan tetapi batang Joko dapat disedotnya dalam-dalam sekalian kadang-kadang jilatannya diarahkan ke buah pelir. Joko menarik Lina berdiri serta membalik badan seksi Lina menghadap ke pintu seakan ingin memamerkannya pada Ardi. Joko berjongkok di muka gadis itu serta mulai mengisap rakus kemaluannya dengan rakus.

“Yaa sayaanggh isaaaph teerrruuuzz sshhhh…enakkkhh”, ceracau Lina yang mulai bangun kembali birahinya.

Joko mulai kesetanan, dari belakang dalam tempat berdiri dia mulai memasukan batangnya ke vagina Lina kembali.

“sssshhh ooohhh” desah Lina waktu semua batang Joko dimasukkan ke vaginanya.

Joko mulai menggenjot sekalian tangannya meraba serta memutar-mutar ke-2 puting Lina dari belakang. “plok plok plok plok” terdengar nada dua kelamin yang beradu.

“Eemmm kontolnya eenaaak sayaangg…teruuuzz entooot akuu…”. erang Lina

Joko tidak dapat menjawab sebab tidak diduga Lina melihat ke belakang serta langsung menyambar bibir tebal pria itu. Lina yang birahinya telah tidak teratur meredam pergerakan Joko serta melepas kemaluannya, lalu memerintahnya duduk di closet serta menaiki batang perkasa yang masih tetap mengacung tegak itu. Tangan kanan Lina menggenggam penis itu serta mengarahkannya ke vaginanya. Tubuhnya lantas turun pelan-pelan sampai penis itu tertancap dikit demi sedikit ke vaginanya.

“Aaaahhh…aahh…iyahhh!” desah Lina penuh gairah

Sesudah penis itu tenggelam semuanya, bak penunggang rodeo Lina mulai bergoyang begitu liar.

Penjaga villa itu terlihat demikian gemas lihat muka Lina yang tengah turun naik diatas penisnya serta mengerang-ngerang kesenangan. Berkali kali ia menciumi pipi kiri serta kanannya diselingi lumatan bibir, benar-benar ia memperoleh rezeki nomplok dapat nikmati kehangatan serta keseksian badan Lina dengan semua kenikmatannya, ditambah lagi sekarang Lina sudah kalah serta mengerjakannya tiada diminta kembali layaknya seperti seseorang kekasih. Lina juga tetap menyongsong pagutan pria itu dengan bernafsu walau style permainan Joko condong kasar. Dekapan Joko tidak sempat terlepas dari Lina, kedua-duanya menyatu dalam permainan birahi yang ganas. Ke-2 buah dada Lina yang tersaji di muka muka Joko belum pernah dilewatkan menganggur olehnya, mulut serta tangannya selalu meremas serta melumat gumpalan daging kenyal itu. Dalam tempat berpangkuan semacam itu, Lina bisa dengan bebas menggoyangkan pinggulnya. 15 menit lalu, Joko coba berdiri sekalian menggendong Lina dengan penis yang masih tetap menancap. Tempat mereka geser ke bawah shower. Joko melanjutkan genjotannya sekalian menumpukan punggung Lina ke tembok serta mengusung ke-2 kaki gadis itu. Ardi ingin tahu akan apakah yang berlangsung di dalam sana, tetapi mereka tidak tampak kembali olehnya, cuma jeritan kesenangan mereka saja yang dapat didengar olehnya. Saat 40 menit di sana, Ardi sudah sempat dengar seringkali Lina berteriak histeris mengisyaratkan dia mendapatkan orgasme berturut-turut serta paling akhir Joko melenguh panjang. Sesudah itu pada akhirnya kegaduhan di makin lama makin mereda serta tinggal terdengar nada kucuran shower yang mengisyaratkan ke-2 insan di dalamnya tengah mandi bersama dengan seperti kekasih yang tengah kasmaran. Selang beberapa saat, Joko serta Lina juga keluar dari kamar mandir dengan berlilitkan handuk. Lina menggandeng tangan Joko serta katakan

BACA JUGA : BETAPA NIKMATNYA BERCINTA DENGAN GURUKU

“sayang setelah ini kita makan dahulu yuk, saya laper nih…” ajak Lina manja, mata gadis itu mengerling sesaat pada Ardi seakan tengah mengolok-oloknya.

Joko menganggukan kepalanya sekalian tersenyum. Lalu mereka juga kenakan pakaian untuk keluar makan. Akhirnnya Ardi cuma dapat dengar pintu ditutup serta nada motor yang mulai menjauh meninggalkannya sendiri. Dia selalu meronta tetapi tidak juga bisa melepas ikatanya yang keras itu sampai pada akhirnya sebab kecapekan serta hawa kota Batu yang dingin, Ardi juga tertidur.

2 jam berlalu Ardi masih tetap tertidur di tempatnya sebelumnya hingga kemudian terjaga serta lihat Joko berjongkok membelakanginya sekalian bibirnya menelusuri semua kemaluan Lina yang duduk di tepi ranjang sekalian tangannya menjambak rambut pria itu. Mengerti korbannya terjaga Joko hentikan aktifitasnya.

“Sayang saya ingin simak dong, berapa kuat laki-lagi sialan ini, coba bandingin sama saya deh!” kata Joko dengan suara sinis.

Lina tersenyum seakan tahu kemaun Joko dengan sigap dia juga mendekati Ardi serta buka celananya

“Eeemmmhh….mmmmm!!” cuma itu yang dapat keluar dari mulut Ardi yang tersumpal

Lina langsung memasukan batang Ardi yang sudah berdiri lihat adegan Lina serta Joko baru saja ke vaginanya. Tiada komando dia mulai bergoyang di pangkuan pacarnya itu. Lina rasakan cemplang sebab batang Ardi memang tidak seperkasa punya Joko. 15 detik bertahan pada akhirnya Ardi keluarkan spermanya. Lina makin mempercepatnya kocokannya tetapi tersadar sebab penis Ardi tidak diduga menciut serta keluar sendiri dari liang senggamanya. Sekalian berdiri, Lina bersihkan vaginanya dengan handuk.

“Ach membuat kotornya saja nih!! memang basic cowo loyo.!! Ya lebih enak miliki Bapak lah!” kata Lina

Sekalian tersenyum senang Joko mengampiri Ardi, “Hey tolol Hanya begitu kemampuanmu?”. bentak Joko
“Sekarang kamu simak bagaimana semestinya memperlakukan wanita secantik ini” ejeknya pada Ardi.
Terasa tersanjung Lina juga memeluk mesra badan kekar Joko sambil berucap,
“Ach sayang kamu dapat saja, mari kita mulai lagi…aku dah tidak tahan disodok miliki bapak yang perkasa ini, tidak kaya miliki cowo sialan itu…LOYO !!!” sekalian menggengam batang Joko.

Begitu panas hati Ardi dengan tingkah laku serta perkataan pacarnya itu, gadis itu demikian saja berpaling serta berlaku seperti pelacur di muka pria yang sudah memperkosa itu, rasa-rasanya susah diakui. Semua tubuh Ardi bergetar sebab geram serta muak pada gadis yang sempat dicintainya itu.
Selama malam itu Lina serta Joko menumpahkan birahinya diatas ranjang di depan Ardi. Semua tempat dicoba oleh Joko. Entahlah berapakah kali pria itu telah memuncratkan spermanya di vagina sempit Lina. Sedang Ardi ikut berkali-kali dengar jeritan histeris dari Lina waktu memperoleh orgamse. Tidak suka, geram, muak, bercampur dengan terangsang bergolak dalam diri Ardi melihat semuanya. Baru seputar jam 3 pagi Lina tertidur di pelukan Joko. Ardi bisa lihat Joko serta Lina yang tidak berbusana saat tertidur sekalian berpelukan mesra seperti suami istri yang kecapekan sesudah bertanding habis-habisan di ranjang. Ardi cuma dapat terdiam melihat peristiwa itu hingga kemudian dia juga tertidur tiada dapat melakukan perbuatan apa-apa. Saat dia bangun hari sudah bertukar besok, jam di tembok telah tunjukkan jam delapan melalui. Ardi temukan dianya masih tetap terbaring di lantai tetapi tali yang mengikatnya telah terbuka, tangan kananku berjalan mencabut kain yang menyumpal mulutnya. Pandangan matanya menyapu pelosok kamar itu, akan tetapi nyatanya mereka tidak berada di sana, cuma tampak ranjang yang spreinya telah berantakan.

Dia lantas bergegas bangun menggunakan kembali celananya. Sesudah itu Ardi keluar dari kamar itu, baru saja berjalan selangkah keluar dari kamar, telinganya tangkap nada dari ruangan tengah. Selekasnya dia percepat jalannya ke ruangan itu, benar saja disana Lina serta Joko tengah berkubang dalam birahi, gilanya kesempatan ini tidak cuma mereka berdua saja, masih tetap ada dua pria lainnya yang turut menjarah badan mulus pacarnya itu. Ardi kenal yang jangkung itu ialah seseorang tukang nasi goreng yang menyukai berjualan di seputar kompleks ini, sedang yang satu kembali yang mukanya berkumis serta jenggot kambing dia baru sempat memandangnya. Waktu itu Lina tengah terbaring telanjang di karpet bulu yang tebal di dalam ruang, si tukang nasi goreng berlutut diantara ke-2 paha Lina menyodok-nyodokkan penisnya ke vagina gadis itu, Joko asik menyusu dari payudaranya sekalian tangannya selalu menggerayangi badan telanjang itu, serta Lina sendiri tengah repot menggenggam penis si jenggot kambing yang dia jilat serta kocok hingga pria itu melenguh nikmat. Demikian mengerti munculnya Ardi, mereka langsung terdiam sesaat lantas ke-3 pria itu ketawa merendahkan kepadanya.

“Heh…udah bangun? Nih simak nih pacarlu nyatanya senang sekali ngentot sama kita-kita, katanya kontol kita gede gede, kuat kembali gak kaya lo!” sapa Joko sekalian menghina Ardi.

Ke-2 pria itu ketawa menyongsong omongan Joko barusan. Lina ikut menegakkan badan serta bangun berdiri, awal mulanya dia sudah sempat melumat sesaat bibir si jenggot kambing itu. Dengan langkah cukup gontai dia juga mendekati Ardi.

“Apa kembali? Kan sudah gua bilang…lu tuch ngecewain, muasin gua saja gak mampu!” kata Lina dengan pedas sekalian menunding pada Ardi.

“Lin…apaan si lo! Sudah hilang ingatan lu ya!”

“Pergi lah…dasar pecundang, ngapain kembali lu di sini ngajak ribut doang?”

“Kamu….!” dengan geram Ardi mengusung tangan akan menampar muka Lina yang telah beralih serta merendahkannya semacam itu, tetapi dia tidaklah sampai hati mengerjakannya hingga cuma terdiam lantas turunkan kembali tangannya.

“Mau tampar? Mari tampar jika memang lu berani…dasar banci!” ejek Lina memberi pipinya seolah melawan Ardi.

BACA JUGA : BERCINTA DI KOLAM RENANG

Dengan hati hancur Ardi mengubah tubuhnya serta tinggalkan tempat itu disertai tawa Joko serta teman-temannya. Dia betul-betul geram serta muak pada Lina, tega-teganya dia semacam itu. Hari itu ikut Ardi menghapuskan semua masa lalu akan Lina, nomer ponsel nya, foto-fotonya, ikut semua barang yang sempat dikasihkan Lina kepadanya sewaktu berpacaran, semua dia kantongi serta lempar ke tong sampah depan tempat tinggalnya. Diluar itu Ardi ikut mengupdate status facebooknya jadi lajang serta dihapusnya Lina dari rincian friendlist. Hari-hari ke depan dia menjalankannya seperti biasa serta coba melupakan semua mengenai Lina, awal mulanya memang dia sempat 2x putus cinta akan tetapi yang kesempatan ini cukuplah berat baginya mengingat jalinan mereka lebih dalam serta terkesan. Yang dirasanya aneh, semenjak itu Lina belum pernah kembali tampil di universitas, sebenarnya ada perasaan cemas dalam hati Ardi tentang bagaimana nasib Lina sesudah dia tinggalkan di villa itu. Dia ingin coba mengontak tetapi diurungkannya kemauan itu demikian mengingat kembali pengkhianatan gadis itu yang demikian menyakitkannya. Satu minggu sesudah momen itu, satu nomer masuk ke hapenya, nomer hape Lina, Ardi ingin mengangkatnya, tetapi tidak…tidak…ia masih tetap dendam pada gadis itu yang menjelaskannya banci serta bersetubuh di muka dianya itu.

“Dasar lonte…paling mohon-mohon meminta kembali, ngedaftar saja lu ke Gang Dolly” marahnya sekalian akan memutuskan telephone itu sesudah kali ke tiga nomer Lina masuk tanpa yang mengusung.

Besok lusanya, Ardi terasa makin tidak enak, benarkah Lina demikian tega mengkhianatinya cuma sebab dia tidak seperkasa Joko atau cuma geram kepadanya. Kenapa gadis itu menelepon sampai 3x seolah ada yang begitu penting dibicarakan. Dia juga coba mengontak nomer Lina tetapi percuma kesempatan ini nomer itu tidak aktif kembali walaupun dia hubungi berapakah kali juga. Sore harinya, sesudah mata kuliah paling akhir, dia akan memutuskan untuk hadir sendiri ke kost Lina yang tidak jauh dari universitas. Bi Yani, pembantu kost menjelaskan kepadanya jika baru tempo hari Lina telah mengepak barang-barangnya serta sudah pergi. Hati Ardi makin gundah dibuatnya, baik Bi Yani ataupun rekan kostnya yang lainnya tidak ada yang tahu kemana Lina pergi. Malam hari saat mengecek kotak pos di muka tempat tinggalnya, Ardi temukan sepucuk surat yang diperuntukkan pada dianya. Dia kenal tulisan tangan itu, tulisan Lina. Cepat-cepat dia ke kamar serta buka ampop itu. Benar, surat itu dari Lina. Dengan hati berdebar-debar dibacanya satu-satu kalimat dalam surat itu, makin dia membaca tubuhnya makin lemas rasa-rasanya.
Dear Ardi,

Sesudah kamu baca surat ini, mungkin saya telah jauh dari kota ini, entahlah di mana, saya hanya dapat berserah pada takdir saat ini. Saya tahu kamu tentu begitu geram sekali serta tidak akan sempat mengampuniku. Saya masih tetap dikit mengharap tempo hari itu waktu saya nelepon kamu masih tetap ingin dengarkan keterangan saya, tetapi yah telephone saya saja kamu putusin, saya sudah tahu jawaban kamu. Bodohnya saya ikut sich, telah kotor gini masih tetap mengharap yang ngga-ngga justru membuat lebih sakit saja. Yah mungkin hanya melalui surat ini saja saya ingin menuturkan semua, terserah kamu ingin yakin atau tidak, yang tentu saya hanya ingin jujur saja ke kamu. Di villa tempo hari itu, waktu si jahanam Joko itu merkosa saya, ia menyengaja ingin menghasut, ia katakan kamu yang kepengen membuat kejutan saya digituin oleh orang yang lain agar saya geram ke kamu serta kalah ke ia. Dari pertama ikut saya tidak sempat yakin sama ia, tetapi apakah bisa buat saat itu telah di dalam bahaya, jika saya menantang kemungkinan ia akan mencelakakan kita, yang saya pikirkan saat itu hanya keselamatan kamu, kamu kan saat itu terikat gak dapat apa-apa, jika kalau saat itu kamu dapat lari serta saya saja yang celaka ya saya ikhlas. Yang saya tidak ikhlas jika sampai ia nyelakain kamu Di. Hanya satu pilihan saya saat itu ya hanya tunduk ke bajingan itu agar ia melunak serta kamu aman. Kamu mungkin tidak tahu apakah sebetulnya yang dalam hatiku waktu menyengaja manas-manasin kamu dengan ngatain kamu payah, banci, dll? Perih…perih sekali, tetapi saya sangat terpaksa kerjakan sampai saya mengharap tempo hari itu kamu tampar saya betul-betul. Saya ikut meminta maaf masalah perlakuan itu ke kamu Di. Saya ikhlas jadi budak sex bajingan itu sama teman-temannya saat itu hingga kemudian mereka ikut jemu serta saya dapat pulang sendiri. Kalau kamu pada akhirnya maafin saya, saya juga terasa tidak pantes kembali untuk kamu, saya telah sangat kotor serta menjijikkan. Berikut yang membuatku akan memutuskan untuk pergi, tolong kamu ikut tidak perlu hubungi orangtua saya di Semarang, mereka ikut tidak tahu permasalahan ini, justru jika kamu ngomong akan membuat mereka cemas. Mulai saat ini saya tidak akan muncul kembali dalam kehidupan kamu, saya akan tetap mendoakan kamu dari jauh agar tetap memperoleh yang terunggul. Lupakan saya Di, wanita yang mungkin di matamu sudah seperti pelacur ini, ada banyak wanita lainnya yang lebih patut untuk kamu, saya doakan mudah-mudahan kamu bahagia.

NONTON JUGA : NGENTOT DENGAN CEWEK VIETNAM

Lina tidak dapat meredam air matanya yang bercucuran sesudah tuntas membaca surat itu, lebih di beberapa bagian akhir tulisan Lina makin tidak rapi serta terlihat ada noda basah yang ialah tetesan air mata. Dia jatuh terduduk di lantai di pojok kamarnya, tangannya menghajar lantai di bawahnya lantas dia menangis sejadi-jadinya menyesali kebodohannya. Dia tidak sadar begitu Lina berkorban sebesar itu buat dianya tetapi justru dibalasnya semacam itu.

 

~The End~