Cerita Panas Pilihan: Rahasia Seorang Istri Pengusaha Bagian I

 

Narasi panas pilihan ini sebetulnya ialah satu cerita yang telah ditulis semenjak hampir 10 tahun yang lalu. Kualitas narasi panas pilihan ini yang membuat deg-degan tentu saja mempuanyai point lebih hingga saya berani memosting lagi di di situs ini.

Satu perampokan di bank membawa pengalaman baru  buat  istri  seseorang entrepreneur.  Suaminya memandang itu peristiwa bencana biasa, tetapi sang istri menaruh itu menjadi satu rahasia. Diikat jadi satu dengan Satpam bank pada akhirnya membawa sensasi mengagumkan.

Narasi Panas Pilihan – Chapter 1: POV Suami

Perampokan bersenjata di bank siang itu membawa pengalaman traumatik buat Aris Hendrawan (35), seseorang entrepreneur mutiara. Siang itu ia bersama dengan istrinya Kristin (30) ada dalam bank itu untuk satu transaksi keuangan perusahaan mereka.

Situasi bank cukuplah ramai, bersama dengan beberapa nasabah yang lain Aris serta Kristin mengantri menanti service kasir. Tiga kasir bank repot melayani nasabah, satu-satu.

Lima orang lelaki perbusana serba hitam ditutup jaket kulit hitam tidak diduga masuk ke ruangan nantikan serta langsung keluarkan senjata api type pistol serta satu laras panjang.

“Jangan ada yang berjalan.. semua diam, janganlah membuat aksi asal-asalan atau kepala kalian akan pecah,” teriak seseorang lelaki yang pimpin.

Narasi Panas Pilihan | Ini perampokan, fikir Aris. Situasi sudah sempat kalut penuh teriakan serta beberapa nasabah berhamburan, Aris ikuti beberapa nasabah yang lari ke lantai dua.

Kawanan rampok itu lalu menebar, dua orang masuk ke bagian kasir, sedang tiga yang lain repot mengacungkan senjata ke nasabah. Seseorang yang lain menguber nasabah yang lari ke lantai dua.

Aris serta enam nasabah dilantai dua tidak berdaya ditodong senjata, mulit mereka ditempel lakban, sesaat beberapa nasabah di lantai basic juga sepi tidak berani bersuara.

Kawanan rampok mengikat beberapa nasabah. Ada yang tiga jadi satu, ada yang dua jadi satu, serta semua mulut mereka ditempel lakban.

Dari balkon dalam lantai dua, dapat lihat semua di lantai satu, tetapi ia mendadak cemas sebab tidak lihat Kristin istrinya.

Seseorang perampok mengawasi di pintu, satpam yang berjaga di meja dalam juga tidak tampak, cuma bajunya tergeletak di lantai, mungkin ia ditelanjangi rampok.

Dua kawanan rampok naik ke lantai dua untuk mengecek letak brangkas diantar seseorang wanita kasir yang ditodong pistol.

Aris coba berubah ke ujung balkon, ia mencari Kritin.Aris lega, nyatanya Kristin ada dalam suatu lorong sempit ke arah toilet. Aris meihatnya terikat jadi satu dengan seseorang lelaki tegap, ia tentu satpam bank, sebab cuma kenakan celana kolor serta kaos dalam.

Badan Kristin serta satpam itu terikat menyatu bertemu dilakban melingkar pada bagian pinggang serta dada. Tangan mereka juga diikat lakban ke belakang. Kedua-duanya berbaring dilorong menyamping bertemu, mulut semasing juga tertutup lakban.

Dalam situasi tegang itu, Aris lihat satpam serta Kristin selalu berupaya melepas ikatan mereka lewat cara berjalan selalu bertepatan untuk melonggarkan lilitan lakban.

Perampokan berjalan hampir satu jam, hingga kemudian kawanan rampok sukses kabur membawa jarahannya. Aris bersukur, Kristin serta satpam bank pada akhirnya lepas dari ikatan. Si satpam lalu menolong nasabah yang lain sesaat Kristin membuak ikatan Aris.

“Untung kita tidak diapa-apakan ya ma..,” kata Aris merangkul istrinya. Mereka lalu pulang.

 

Lanjut ke Bagian II