Aku Yang Selalu Kesepian – Badanku digulingkang dikit ke kiri supaya tangannya bisa melingkar ke badanku untuk buka kancing Bhku. Sekali capai Bhku lepas serta ke-2 susuku tersembul. Mata mas Adi terbelalak memandangi susuku yang tidak demikian besar tetapi kencang serta putingnya yang berwarna coklat terlihat telah mengeras sebab telah terangsang.

Aku Yang Selalu Kesepian – Dia terlihat takjub memerhatikan susu yang masih tetap ranum. Dengan pelan-pelan hidungnya dioleskan di puting susuku lalu kumisnya dia geser-geserkan.

Saya seperti melayang…
“Maa.. sss… oo… hhhh…” saya mengeluh nikmat.
“Ter… r.. uss mas, kenyot yang kuat… M.. a.. s… oo.. hhh” pintaku keenakan.

Aku Yang Selalu Kesepian – Tangannya meremas susuku makin kencang, hingga nafasku terengah makin mengincar. Saat senang nikmati susuku, mulut panas itu berubah ke bawah di antara pusarku. Tangannya langsung menjambret rok bawah. Untung rok itu gunakan karet hingga saat ditarik tidak rusak.

Aku Yang Selalu Kesepian – Tanpa ada menanti waktu, tangan satunya sudah memelorotkan celana dalamku. Terpampang panorama indah memesona serta begitu menggairahkan di depan Mas Adi, turukku yang tertutupi rambut-rambut jembut yang begitu lebat serta keriting itu, saat ini sudah ada didepan Mas Adi siap disajikan.

Aku Yang Selalu Kesepian – Mas Adi menarik napas panjang serta meloncat turun buka pakaian serta celananya sendiri. Sekarang cuma ketinggalan celana dalam saja yang belum dibuka. Dada bagian berbulu punya Mas Adi begitu memesona.
Vagina, dalam bahasa daerahku dimaksud turuk, di dalamnya ada daging sebesar ujung kelingking terjepit di antara bibir vagina.

Aku Yang Selalu Kesepian – Daging itu namanya klitoris atau kelentit serta dalam bahasa daerahku dimaksud itil. Turukku serta itilku berasa tebal sebab saya sangatlah terangsang. Dengan penuh nafsu Mas Adi kembali meremas susuku, mengisap pentil susuku. Hisapan itu dengan perlahan-lahan turun ke perut, ke pusar selalu ke turukku.

Aku Yang Selalu Kesepian – Tetapi lalu Mas Adi mengubah hisapan ke pangkal pahaku. Dia menjilati serta mengisap pangkal pahaku sampai senang, sedang tangan kanannya mengusap-usap sisi luar turukku.
Saya masih juga dalam tempat rebah di pinggir tempat tidur.

Aku Yang Selalu Kesepian – Badanku berada di atas kasur sedang ke-2 kakiku terjuntai ke bawah. Tempat ini begitu cocok buat Mas Adi yang mulai berjongkok di depan selangkanganku serta mendekatkan mulutnya ke turukku. Tangan Mas Adi buka bibir turukku yang membasah oleh lendir birahi serta lidah Mas Adi mulai menyentuk itilku.

Aku Yang Selalu Kesepian – Saya menjerit nikmat…..
“Haa… ooo…… hhhh… ssttttt… haa… ooo… hhhh… ssttttt…… haa… ooo…… hhhh… ssttttt” saya mengusung pantatku agar lidah Mas Adi dapat lebih bebas menjilat itilku.
Saya tidak pernah senikmat ini mendapatkan dari suamiku.

Aku Yang Selalu Kesepian – Saya bermain cinta dengan suamiku tanpa rangsangan, demikian membuka pakaian, langsung kontol suamiku ditancapkan. Baru kesempatan ini saya nikmati kewanitaanku, saya betul-betul wanita yang rasakan gairah cinta yang sebetulnya.
“Haa… ooo…… hhhh… ssttttt… haa… ooo… hhhh… ssttttt…… terruuusss… ter… us”
Ooo… hhhh… ssttttt…… terruuusss… ter… us”

Aku Yang Selalu Kesepian –
Mas Adi tidak berhenti disana. Tidak diduga itilku disedot lembut. Saya kembali menjerit nikmat.
“Aaaaa…… ooohh… hhh…… Mas……… ss”
“Ttt… ee…… r.. r r… uuusssssss……”

Aku Yang Selalu Kesepian – Saya terengah-engah rasakan geseran bibir serta hisapan yang bergantian. Lalu hisapan itu makin kuat, kuat serta kuat…… saya jadi tidak tahan, kepalaku saya goyangkan ke kanan serta kiri, pantatku saya naikkan lebih ke atas, tanganku meremas kasur busa… dan…… tidak diduga denyutan yang tanpa tara enaknya menyebar lewat pinggulku ke arah arah itilku.

Aku Yang Selalu Kesepian – Nikmat… sangat nikmat. Denyutan itu berlangsung seringkali serta makin memanjang… pada akhirnya hilang. Saya sampai puncak orgasme, puncak kesenangan yang paling tinggi. Saya baru sekali ini rasakan. Tujuh tahun dalam kehidupan rumah tanggaku saya tidak pernah rasakan senikmat ini dengan suamiku.

Aku Yang Selalu Kesepian – Badanku lemas.. serta mataku terpejam nikmat melepas denyutan. Tidak diduga Mas Adi berdiri, dia buka celana dalamnya… dia merapatkan pinggulnya ke pinggulku. Tangannya menggenggam kontol yang sudah mengacung tegak. Saya belum sadar waktu itu, saya masih tetap nikmati orgasmeku.

Aku Yang Selalu Kesepian – Saat dia buka ke-2 pahaku, mataku terbuka saya mesti bergantian memberi kenikmatan pada Mas Adi. Saya bangun, saya pegang kontol itu… kencang seperti batu. Mas Adi membisikkan beberapa kata supaya saya mengenyot kontolnya.
Saya sangsi, saya tidak pernah semacam itu. Tetapi bukankan barusan Mas Adi menjilati turuk serta itilku?

Aku Yang Selalu Kesepian – Tidakkah saya sudah terima kesenangan birahi dari jilatannya? Dengan perasaan sangsi saya mendekatkan mulutku serta masukkan kontolnya ke mulutku. Mas Adi menggerakkan kontolnya masuk lebih dalam ke mulutku, saya justru terbatuk hingga ingin muntah. Pada akhirnya Mas Adi mengurungkan permintaannya.

Aku Yang Selalu Kesepian – Kembali Mas Adi merebahkan saya di tepi tempat tidur. Dia tak akan minta saya mengenyot kontolnya. Dia buka selangkanganku serta kontolnya dia pegang dengan tangan kanan mulai digosok-gosokkan ke sisi itilku. Mungkin tujuannya supaya kepala kontolnya basah dengan cairan birahiku. Sebelumnya berasa geli.

Aku Yang Selalu Kesepian – Lalu geli itu menjadi nikmat. Saya mulai terangsang kembali. Kepala kontolnya digeser-geser makin dalam. Saya mulai mendesah nikmat. Sesudah lumayan lama dengan permainan itu, ke-2 tangan Mas Adi mencapai kakiku diangkat ke pundaknya. Saya tidak pernah nikmati permainan senggama semacam ini.

Aku Yang Selalu Kesepian – Mas Adi mulai mengerakkan maju mudur kontolnya. Separuh kontolnya telah masuk ke liang peranakanku. Tidak diduga dia menggerakkan dengan satu gerakkan serta kontolnya ambles masuk semuanya ke turukku. Saya menjerit saat terima hentakan itu, ada dikit perasaan nyeri saat kontol itu masuk semuanya.

Aku Yang Selalu Kesepian – Kembali gerakkan maju mundur dikerjakan begitu pelan……… saya rasakan turukku mulai berdenyut menjepit kontol Mas Adi. Nampaknya Mas Adi nikmati sekali denyutan turukku yang memeras kontolnya hingga berasa lebih sempit.
“Aaaaa… ooo… hhh… hhaaahhhhh… haaahhhhhh…………”
“Aaaaa… ooo… hhh… hhaaahhhhh… haaahhhhhh………… te… rus…………”

Aku Yang Selalu Kesepian – Mulutku tidak dapat diam… perasaan nikmat menyebar dari dalam pinggangku… ke paha serta kaki. Susuku yang mengencang ingin sekali diremas. Turukku yang berdenyut-denyut ingin dikasih gerakkan kontol yang bertambah cepat. Saya menarik tangan Mas Adi yang bertopang di kasur mengarah susuku. Saya meminta ia meremas.
“Ma.. sss… r.. e.. Mas…… rem… aaa… sss k.. u.. a…t”.

Aku Yang Selalu Kesepian – Mas Adi mulai meremas susuku sekalian menggerakkan maju mundur pinggulnya. Jepitan turukku makin kuat saat jari Mas Adi menarik puting susuku yang terlihat telah mengacung dengan tingginya sebab telah sangat-sangat terangsangnya oleh persetubuhan ini. Saya mulai menggoyang pantatku untuk meningkatkan kenikmatanku.
Begitupun kepalaku mulai berjalan ke kanan serta kiri.

Aku Yang Selalu Kesepian – Kontol Mas Adi memompa keluar masuk turukku makin cepat, saya makin rasakan enaknya persetubuhan ini. Keliatannya Mas Adi tidak bertahan lama, sebab terlihat dari gerakkannya yang makin cepat. Ubah nada erangan kesenangan Mas Adi yang lebih keras dari eranganku.
“Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh… Aaa… aaaa.. hhhh…”
“Ga… l.. i h… a.. k.. u.. m.. a.. u…… k e l u.. a…… r”
“Sa.. ma… s.. a… m.. a……… ki.. ta… b a r.. e… n.. g…… M a a.. a… a…… a………”

Aku Yang Selalu Kesepian – Saya menjerit tidak dapat bisa melanjutkan kata-kataku. Saat pergerakan ,Mas Adi cepat sekali, berasa badanku berkontraksi.. dengan kesenangan yang lebih hebat dibanding kesenangan awal mulanya. Begitupun saya Mas Adi mengejang, menggerakkan kontolnya sampai ke pangkal paha.

Aku Yang Selalu Kesepian – Saya rasakan peju Mas Adi menyemprot seringkali membasahi rahimku. Mas Adi jatuh tertelungkup lemas menindih dalam pelukanku, dia merangkul kuat serta mukanya dibenamkan di antara ke-2 susuku.

Aku Yang Selalu Kesepian – Sesudah beberapa lama, Mas Adi kembali mengenyot susuku, menciumi leherku, mainkan kumisnya di daguku dan mengisap lembut bibirku. Pelukan Mas Adi makin mengendor, begitupun kontol dalam turukku turut mengendur. Lalu Mas Adi berdiri mencabut kontolnya serta merebahkan badannya di kasur. Dia tertidur nyenyak sinyal senang.