Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Narasi Sexs ini menceritakan serunya seseorang adik senang ngintip kakaknya cewek masturbasi. Gak hanya senang masturbasi, nyatanya sang kakak ialah seseorang cewek lesbian, senang terkait dengan sama-sama type. Bahkan juga si adik sempat dibawa ngentot bareng dengan rekan pasangan lesbinya sang kakak.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Namaku Tedy. Saya mahasiswa salah satunya perguruan tinggi di Bandung. Sekarang ini saya kuliah semester II jurusan TI. Semenjak awal kuliah, saya tinggal di rumah kakak ku. “Kak Dewi” demikianlah saya memanggilnya. Usianya terpaut 5 tahun denganku. Dia sebetulnya bukan kakak kandungku, akan tetapi bagiku dia ialah kakak dalam makna yang sebetulnya. Dia demikian tekun serta memerhatikan saya. Ditambah lagi sekarang kami jauh dari orangtua.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Rumah yang kami menempati, baru setahun dibeli kak Dewi. Tidaklah terlalu besar memang, tetapi lebih dari cukuplah buat kami tinggali berdua. Sekurang-kurangnya lebih baik daripada kost-kostan. Kak Dewi sekarang ini kerja disalah satu KanCab bank swasta nasional. Walau usianya baru 28 tahun, tetapi jika telah berseragam kantornya, dia terlihat dewasa sekali. Berwibawa serta kuat. Matanya jernih serta jelas, hingga menonjolkan kecantikan alami yang dimilikinya.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Dua bulan pertama saya tinggal di rumah kak Dewi, semua berjalan normal. Saya serta kak Dewi sama-sama menyayangi seperti adik serta kakak. Pengahasilan yang cukup besar sangat mungkin dia menangung semua kepentingan kuliah ku. Memang semenjak masuk kuliah, praktis semua cost dijamin kak Dewi.

BACA JUGA : NGENTOT DENGAN SUPIR PRIBADI

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Akan tetapi dari semua kekagumanku pada kak Dewi, satu perihal yang saya herankan. Selama ini saya tidak lihat kak Dewi mempunyai jalinan istimewa dengan lelaki. Kupikir kurang apakah kakaku ini ? cantik, sehat, pintar, berpendapatan mapan, kurang apalagi ? Sering saya menggodanya, tetapi dengan pintar dia tetap dapat menghindar. Ujung-ujungnya dia juga bakal katakan, “Gampang deh masalah itu, yang terpenting karir dulu…!”, saya yakin saja dengan beberapa katanya. Yang tentu, saya menghomati serta mengaguminya sekaligus juga.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Sampai dalam satu malam. Waktu itu waktu memberikan jam 9.00, situasi rumah lengang serta sepi. Saya keluar dari kamarku dilantai atas, lantas turun untuk ambil minuman dingin di kulkas. TV diruang tengah dimatikan, walau sebenarnya umumnya kak Dewi asik nongkrongin Bioskop Trans kesayangannya.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Sebab cemas pintu rumah belumlah digembok, lantas saya mengecek pintu depan, nyatanya telah digembok. Sekalian bertanya-tanya di dalam hati, saya punya maksud kembali pada kamarku. Akan tetapi tidak diduga terbersit dibenakku, “kok sesore ini kak Dewi telah tidur ?”, lantas 1/2 iseng perlahan-lahan saya coba melihat kak Dewi di dalam kamar lewat lubang kunci. Cukup kesusahan sebab anak kunci menancap dilubang itu, akan tetapi dengan lubang kecil saya masih tetap bisa lihat dalam.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Dadaku berdegup kencang, serta lututku mendadak gemetar. Pada yakin serta tidak pada apakah yang kulihat. Kak Dewi menggeliat-geliat di atas spring bad. Tiada baju sehelaipun !!!
Ya Ampun ! Dia menggeliat-geliat ke sana kemari. Kadang terlentang sekalian mendekap bantal guling, sesaat ke-2 kakinya membelit bantal guling itu. Lalu tempatnya beralih kembali, dia menindih bantal guling.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Napasku mengincar. Ada perasaan takut, malu, serta entahlah ditambah lagi namanya. Sekuat tenaga saya tahan perasaan yang bergemuruh didadaku. Kualihkan pandanganku dari lubang kunci sekejap, pikiranku benar-benar kalut, tidak tahu apakah yang perlu kuperbuat. Akan tetapi lalu perasaan ingin tahu mendorongku untuk kembali melihat. Kulihat kak Dewi masih tetap menindih gagal guling.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Pinggulnya bergerak-gerak cukup memutar, selanjutnya dengan tempat cukup merangkak dia menumpuk serta memiringkan bantal serta guling, lantas mencapai langerie-nya. Ujung bantal itu ditutupinya dangan langerie. Kembali saya mengubah pandanganku dari lubang kunci itu. Ngapain kembali tuch ?!!, saya tertegun.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Entahlah mengapa, perasaan takut serta jengah perlahan-lahan bertukar dengan geletar-geletar tubuhku. Tiada sadar ada yang memanas serta mengeras dibalik training yang saya gunakan. Saya meremasnya perlahan-lahan. Ahhh…

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saat kembali saya melihat ke kamar, kulihat Kak Dewi mengarahkan selangkangannya pada ujung bantal itu, sampai tempatnya betul-betul seakan menunggangi tumpukan bantal itu.

 

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Lantas tubuhnya terpenting sisi pinggul bergoyang goyang serta bergerak-gerak kembali, tiap-tiap goyangan yang dilakukanya dengan reflek membuat saya makin cepat meremas batang kemaluanku sendiri. Entahlah berapakah lama saya melihat perilaku kak Dewi di dalam kamar. Nafasku mengincar, ditambah lagi pada saat saya lihat pergerakan kak Dewi yang makin cepat. Mungkin dia akan sampai orgasme, serta benar saja, sesaat lalu badan kak Dewi terlihat berguncang sesaat, jemari kak Dewi mencengkram seprai.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya tidak tahan kembali. Bergegas saya ke arah kamarku sendiri. Lantas kukunci pintu. Kumatikan lampu, lantas berbaring sekalian memeluk bantal guling dengan nafas mengincar. Pikiranku kalut. Bagaimana juga saya lelaki normal. Saya rasakan gelombang birahi menyala serta makin menyala di dalam tubuhku.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Serta lama-lama semakin membara. Ah… saya tidak tahan kembali. Dengan tangan gemetar saya buka semua baju yang kukenakan, lantas saya berguling-guling di atas spring bad sekalian mendekap bantal guling. Saya mendesah serta mendesah sendirian. Di antara desahan serta rintihan saya menyebut-nyebut nama kak Dewi. Saya memikirkan tengah berguling-guling sekalian mendekap badan kak Dewi yang putih mulus. Pikiranku betul-betul tidak waras.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya memikirkan badan kak Dewi saya gumuli serta kuremas remas. Benar-benar saya tidak tahan, dengan sensasi serta imajinasiku sendiri, saya mendesah serta mendesah lantas mengeluh perlahan-lahan bersamaan cairan nikmat yang muncrat membasahi bantal guling. (Besok mesti membersihkan sarung bantal…masa bodo…!!!!)…………….

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Semenjak peristiwa malam itu, pandanganku pada kak Dewi alami pergantian. Saya bukan saja memandangnya menjadi kakak, lebih dari itu, saya sekarang lihat kak Dewi menjadi wanita cantik. Ya wanita cantik ! wanita cantik serta seksi tentu saja. Ah…….! (maafkan saya kak Dewi !)

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kadang saya terasa berdosa pada saat saya mencuri-curi pandang. Sekarang saya tetap memerhatikan beberapa bagian badan kak Dewi. . ! kenapa baru saat ini saya mengerti jika badan kak Dewi demikian putih serta moligh. Pinggulnya, betisnya, dadanya yang dihiasi dua gundukan itu.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Ah lehernya ditambah lagi, mhhh rasa-rasanya ingin saya dipeluk serta membenamkan muka dilehernya.
“Hei, mengapa melamun saja ? Mari makan rotinya !“, kata kak Dewi sekalian tuangkan air putih isi gelas dihadapanya, lantas meneguknya perlahan-lahan. Air itu melalui bibir kak Dewi, lantas berjalan ke kerongkonganya…. Ahhh mengapa saya jadi memerhatikan beberapa hal detil semacam ini ?
“Siapa yang melamun, orang kembali …. ammmm mmm enak nih, selai apakah kak ?”, saya mengubah perhatian saat ke-2 bola mata kak Dewi menatapku dengan pandangan aneh.

NONTON JUGA : BEAUTY PATIENT

“Nanas ! itu kan selai kesukaanmu. awas abisin yah !”, kak Dewi bangun dari tempat duduknya lantas berjalan membelakangiku ke arah wastafel untuk membersihkan tangan.
“OK, tenang saja !”, mulutku penuh roti, tetapi pandangan mataku tidak berkedip melihat pinggul kak Dewi yang dibungkus baju dinasnya. Alamak, betisnya demikian putih serta mulus…
“Kamu tidak pergi kemana saja kan ?“, kata kak Dewi. Hari sabtu saya memang tidak ada mata kuliah.

“Enggak…!”, kataku sekejap sebelum meneguk air minum.
“Periksa semua kunci rumah ya Ted jika ingin pergi. Tempo hari di blok C11 ada yang kemalingan….!”.
“Mmhhh… iya, tenang aja…”, kataku sekalian membereskan piring serta gelas sisa sarapan kami.
Sesaat lalu nada mobil terdengar keluar garasi. Lantas nada derikan pintu garasi ditutup. Serta saat saya keteras depan, Honda Jazz warna silver itu berlalu tinggalkan pekarangan.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Sesudah pastikan kak Dewi pergi, saya lalu mulai memerhatikan atap serta jarak antar ruang. Semenjak tempo hari saya sudah mempunyai satu gagasan. Saya ingin menempatkan Mini Kamera kekamar kak Dewi, agar dapat online ke TV dikamarku, he he !.
Satu bulan berlalu, otakku betul-betul sudah rusak.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya tetap menanti masa-masa di mana kak Dewi bermasturbasi. Dengan bebas saya lihat Live Show, melalui mini camera yang sudah kupasang dilangit-langit kamar Kak Dewi. Aman ! selama ini kak Dewi tidak mengerti jika semua gerak-geriknya ada yang memerhatikan.
Benar rupanya hasil survai satu instansi jika 60 persen dari wanita lajang lakukan masturbasi. Jika kuhitung bahkan juga ka Dewi melakukanya satu minggu 2x. Tentu tidak lewatkan ! malam rabu serta malam minggu.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kasihan kak Dewi. Dia harusnya sudah berumah tangga. Tetapi biarkanlah, kak Dewi toh telah dewasa, dia tentu tahu apakah yang dikerjakannya. Serta yang penting saya miliki suatu untuk kunikmati. Jika kak Dewi mengerjakannya dikamarnya, tentu saya juga. Ahh…..
Sering di tengah kericuhan pikiranku, ingin rasa-rasanya saya bergegas kekamar kak Dewi saat kak Dewi tengah menggeliat-geliat sendiri.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya ingin membantunya. Sekaligus juga menolong diriku sendiri. Tidak perlu beneran, cukuplah sama-sama membuat bahagia saja. Tetapi saya tidak berani. Apakah kata dunia ?
Malam hari ini. Saya tidak sabar kembali menanti, sudah ada hampir jam sembilan. Tetapi kok tidak ada sinyal pertanda. Kak Dewi masih tetap asik nongkrongi TV diruang tengah. Saya lalu bergegas keluar rumah punya maksud menutup gerbang.
“Mau kemana Ted ?”,
“Kunci gerbang ah, sudah malem !”, kataku sekalian menggoyangkan anak kunci .

“Jangan dahulu digembok, teman kak Dewi ada yang ingin ke sini !”,
“Mau ke sini ? siapa kak ?”,
“Santi…yang dahulu itu lho !”,
“Ohh…!”, saya coba mengingat. Sinta ? ah waktu bodo… tetapi jika ia ke sini, jika ia nginep, bermakna …? Yah…! hangus deh.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya bergegas kembali dalam. Serta saat saya menaiki tangga ke lantai atas, HP kak Dewi berdering. Kudengar kak Dewi bicara, rupanya temennya si Sinta brengsek itu sudah ingin hadir. Huh !
Saya hampir saja ketiduran. Atau memang ketiduran. Kulihat jam memberikan jam 10.30 malam, ya ampun saya memang ketiduran.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Bersihkan muka di wastafel, lantas saya mengambil bekas kopi tadi sore kuseduh. Dingin tetapi cukup dibanding tidak ada. Lantas seteguk air putih. Lantas sebatang Class Mild.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Serta, asap penuhi ruangan kamar. Kubuka jendela, membiarkan hawa malam masuk kekamarku. Sepi. Temennya kak Dewi sudah pulang kali ?!.
Kunyalakan TV, tetapi hampir semua chanel menjengkelkan, Kuis, Banyolan, Ketoprak, Sinetron Mistery, fffpuih ! kuganti-ganti channel tetapi memang semua chanell menjengkelkan, lantas kutekan remote pada model video…lho apakah itu…?!
Ya ampun ! benar-benar panorama yang menjijikan.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Apakah yang akan dikerjakan kak Dewi serta temannya itu. Saya geleng-geleng kepala, ada perasaan geram, jengkel. Saya tidak menduga jika kak Dewi nyatanya suka pada sama-sama type (Lesbian).

Apakah kata Ibu. Ya ampuuuuun…!
Kumatikan TV. Saya termenung sesaat.
Saya mengambil gelas kopi, satu tetes, kering. Ah air putih saja. Saya butuhkan air digelas besar sampai tetes paling akhir.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tapi…., saya tekan kembali tombol power TV, Upps… masih tetap On Line ! Saya lihat kak Dewi dengan temannya berbaring miring bertemu. Saya meyakini mereka tiada baju. Walau berselimut, sisi bahu mereka yang tidak tertutup memberikan jika mereka tidak kenakan pakaian. Mereka sama-sama memandang serta tersenyum.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tangan kiri kak Sinta mengelus-elus bahu kak Dewi. Sesaat kuperhatikan tangan kak Dewi kelihatannya mengelus-elus pinggang kak Sinta, tidak terlihat memang tetapi beberapa gerakan dari balik selimut memberikan hal tersebut. Lama sekali mereka sama-sama pandang serta sama-sama tersenyum. Mungkin mereka pun sama-sama bicara, tetapi saya tidak mendengarnya sebab saya tidak menempatkan Mini Kamera dengan Mic.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Perlahan-lahan kepala kak Sinta mendekat, tangannya menghilang dalam selimut serta menelusuri punggung kak Dewi. Saya Cemburu ! Mereka berciuman dengan penuh perasaan, perlahan-lahan sama-sama mengulum serta melumat. fffpuih ! Nyatanya betul-betul ada pekerjaan pria yang dikerjakan oleh wanita.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Untuk sesaat mereka berciuman serta sama-sama meraba. Saya jadi meredam nafas. Mungkin saya pun ketularan tidak waras, rasa-rasanya ada satu gairah yang perlahan-lahan bangun di dalam tubuhku. Bahkan juga, saya mulai mendidih !
Sekejap kak Sinta terlihat menelusuri leher kak Dewi dengan bibir serta lidahnya, saya menyeka leherku sendiri.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Entahlah mengapa saya terasa merinding nikmat. Ditambah lagi lihat ekpresi kak Dewi yang pasrah tengadah, sesaat kak Sinta dengan lembut bolak-balik menjilat leher, dagu, pangkal telinga. Saya tidak tahan lihat kak Dewi diperlakukan semacam itu. Sesudah mematikan lampu, saya lalu bergerak ke atas spring Bad, mendekap bantal guling, sesaat mataku tidak terlepas dari monitor TV.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Keadaan makin sengit, kak Dewi sekarang yang berlaga, dia terlihat cukup sangat tergesa-gesa. Dengan penuh nafsu dia menjilati serta menciumi leher kak Sinta yang sekarang terlentang ditindih kak Dewi. Kepala kak Sinta mendongak-dongak, saya meyakini dia tengah rasakan gelenyar-gelenyar nikmat dilehernya.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Lalu kak Dewi beralih menciumi dada kak Sinta, saat ini baru terlihat jelas muka kak Sinta. Dia nyatanya cantik sekali, bahkan juga dikit lebih cantik dari kak Dewi. Ah saya terangsang. Benjolan di balik kain sarung yang kukenakan semakin mengeras. Cukup nyeri tertahan ujung bantal guling, hingga butuh kuluruskan.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kak Dewi betul-betul berlaga, dia menciumi serta melahap payudara kak Sinta. Muka kak Sinta mengernyit, serta mulutnya terbuka, ditambah lagi saat kak Dewi mengemut putting susunya. Dia Menggeliat-geliat sesaat ke-2 tangannya mendekap kepala kak Dewi. Bergantian kak Dewi mengerjai ke-2 payudara kak Sinta. Kak Sinta menggeliat-geliat. Makin liar, apalgi saat kak Dewi menyelusup ke selimut.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tidak diduga kepala Kak Dewi muncul kembali dari balik selimut, tengadah mungkin dia tersenyum atau tengah menjelaskan suatu, sebab kulihat kak Sinta tersenyum, lantas satu kecupan datang dikening Kak Dewi.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tidak lama kemudian kak Dewi menghilang kembali ke selimut. Kak Sinta terlihat membenarkan tempat badannya, selimutnya pun dirapihkan, saya tidak bisa lihat apakah yang tengah dikerjakan kak Dewi, tetapi menurut perkiraanku kepala kak Dewi pas di antara selangkangan kak Sinta. Entahlah apakah yang tengah dikerjakannya.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Akan tetapi yang tampak, kak Sinta mendongak-dongak, ke-2 tanganya meremas-remas kepala kak Dewi. Kepala kak Sinta berjalan kekanan serta kekiri. Tubuhnya pun menggelinjang ke sana sini. Keadaan semacam itu berlalu lumayan lama.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya keringatan. Nafasku mengincar. Tiada sadar kubuka kaus yang kukenakan, lantas kulemparkan kain sarungku. Kemaluanku mengeras, menuntut diperlakukan seperti harusnya. Ah… edan !

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tidak diduga saya lihat kak Sinta mengejang seringkali. Pinggulnya mengusung, ke-2 pahanya menjepit kepala kak Dewi. Mengejang kembali, sesaat kepalanya mendongak kekanan serta kiri. Dia terengah-engah, lantas tidak lama kemudian terdiam.

Matanya terpejam. Lalu kak Dewi muncul dari balik selimut, dia terlihat mengelap mulutnya dengan selimut. Paha kak Sinta terungkap karena itu.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kak Sinta lalu mencapai ke-2 pundak kak Dewi, mendaratkan kecupan dikening, pipi kanan serta kiri kak Dewi, lantas merangkul kak Dewi ke pelukannya. Sesaat mereka berpelukan. Saya yang melihat peristiwa itu cuma bisa meredam napas, sesaat tangan kananku meremas-remas serta mengurut kemaluanku sendiri.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Serta, lalu mereka terlihat terlibat perbincangan kembali, lantas kak Dewi membaringkan badanya. Terlentang. Kak Sinta menarik selimut, lantas menyingkirkannya jauh-jauh.
Kak Dewi terlihat memprotes, tetapi memprotes kak Dewi dibalas dengan lumatan bibir kak Sinta. Badan kak Sinta menindih badan kak Dewi. Saya lihat, dengan mata kepalaku sendiri. Dua wanita cantik, dua badan indah dengan kulit putih mulus, tiada baju, tiada penutup apa pun.

Sama-sama menyentuh.
Kak Sinta sekarang yang lakukan tindakan aktif, dia sekarang menjilati leher, pangkal leher, pundak, dada, payudara kanan serta kiri.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kak Dewi terlihat pasrah diperlakukan semacam itu. Kak Sinta terlihat lebih trampil dari kak Dewi, hampir tiap-tiap inci badan kak Dewi dijilati serta dikecupnya. Bahkan juga sekarang dia menelusuri pangkal paha kak Dewi dari arah perut serta selalu berjalan ke awah.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kak Dewi akan bangun, ke-2 tanganya seakan meredam kepala kak Dewi yang selalu berjalan ke bawah, entahlah mungkin sebab geli atau nikmat yang teramat begitu. Tetapi tangan kak Sinta menahanya, pada akhirnya kak Dewi menyerah. Dihempaskannya tubuhnya ke atas spring bad.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kak Sinta sekarang menciumi paha, lutut, bahkan juga telapak kaki kak Dewi. Tangan kanan kak Dewi mengusap-usap kemaluannya, sesaat jari-jari tangan kirinya dimasukan dalam mulutnya sendiri. Dia mengeliat-geliat.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Badan kak Sinta lalu beralih kembali. Dia sekarang sudah siap ada di antara paha kak Dewi. Kak Sinta menarik bantal serta meletakannya, di bawah pinggul kak Dewi, hingga badan sisi bawah kak Dewi semakin terangkat. Kepala kak Dewi terjepit persis di antara selangkangan kak Dewi.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Samping tangannya meremas-remas payudara kak Dewi. Saya lihat badan kak Dewi mengelinjang-gelinjang. Tidak sadar saya ikut mendesah. Makin kak Dewi menggelinjang, nafasku makin mengincar. Tubuhku sekarang mendekap serta mengesek-gesek bantal guling, serta batang kemaluanku menggesek-gesek ujungnya.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Nikmat, entahlah apakah yang sekarang ada di dalam pikiranku. Yang tentu saya ikut larut dalam keadaan pada kak Dewi serta kak Sinta.
“Kak Dewiii… kak Sinta……, ini Tedy… asssshhh..ahh kak…aku juga. .!”, saya mendesah serta selalu mendesah.
Makin lama kak Dewi kulihat makin liar, badannya bergerak-gerak, turun-naik searah pinggulnya. Ke-2 tangannya menangkup kepala kak Sinta.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Makin lama pergerakan kak Dewi makin liar, lantas pessss, TV mendadak padam. Sialan ! lampu di luar pun padam. Gelap gulita. PLN sialan ! Brengsekkkkkk !!!
Saya terengah-engah, dalam kegelapan. Telah terlanjur mendidih, saya lanjutkan aksiku walau tiada sensasi visual. Saya mendesah serta mendesah sendiri dalam kegelapan. Saya meyakini dari sana kak Dewi serta kak Sinta juga tengah mendesah serta mendesah, pun dalam kegelapan…….

Dor ! Dor ! Dor !
“Tedy… bangun, sudah siang !“, nada ketukan atau entahlah gedoran pintu membangunkan saya. Rupanya telah siang.
“Bangun…!”, nada kak Dewi kembali terdengar.
“Iya..! sudah bangun…”, teriakku. Lantas terdengar langkah kaki kak Dewi menjauh dari pintu kamarku.

Ya ampun ! saya terkaget. Amburadul sekali tempat tidurku. Serta bantal guling…, bergegas saya membuka sarungnya. Wah nembus !
Dengan tergesa-gesa kurapikan kamarku, jam memberikan jam 8 pagi.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Jika tidak cemas dengar kembali teriakan kak Dewi yang memerintah sarapan mungkin saya pilih untuk tidur kembali. Pada akhirnya saya keluar kamar, ambil handuk, serta bergegas kekamar mandi.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Didekat ruangan makan saya berpapasan dengan kak Dewi yang membawa nasi goreng dari dapur. Akan tetapi bukan itu yang menarik perhatianku. Rambut lepek kak Dewi yang belumlah kering benar jelas tampak.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya ingat peristiwa semalam. “abis keramas nih yee !”, kataku dalam hati.
“Apa senyam-senyum begitu ?”, kak Dewi menatapku bingung.
“Enggak …! Siapa… kembali yang senyam-senyum.

Mmm enak !”, kataku sekalian menyogok sesendok nasi goreng hangat.
“Mandi dahulu sana, basic kotor !”, kata kak Dewi sekalian meletakan piring yang dipegangnya.
“Jorokan pun kak Dewi, gituan dijilatin hiiii….”, kataku dalam hati, tetapi lalu bergegas mandi, eh keramas pun !

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Fresh setelah mandi, hampir saya kembali lagi saat mengerti dimeja makan Kak Dewi tengah sarapan ditemani kak Sinta.
“Ikutan Indonesian Idol dong ted !, janganlah hanya berani nyanyi dikamar mandi saja !”, itu kalimat yang pertama kudengar dari kak Sinta.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Cantik. Bener- benar cantik. Sumpah ! tetapi matanya itu ! saya rasakan keliaran dimatanya saat menatapku yang cuma terbungkus handuk sepinggang.
“Eh, maaf kirain tidak ada kak Sinta, maaf yah…permisi !”, kataku sekalian berlalu.
Cepat-cepat saya ubah pakaian, menyisir rambut.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Ah mengapa saya ingin terlihat bagus. Sebab ada kak Sinta yang cantik kali ya ? Pandang dari kiri serta kanan. Sip ! Turun kembali pada lantai bawah, nikmati dua muka cantik, serta sepiring nasi goreng bertabur SoGood Sozzis.
“Nih buruan, sarapan dahulu !”, kak Dewi yang lalu menyuruhku sarapan, sesaat mereka sendiri sudah tuntas

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya lantas sarapan dengan dipantau oleh dua mahluk cantik yang tidak cepat-cepat bergerak dari meja makan. Mereka terlibat perbincangan ngalor ngidul sekitar dunia kerja. Kadang-kadang saya menimpali walau mungkin tidak menyambung. “Dasar kuli, hari libur gini masih tetap saja ngurusin kerjaan !”, saya membatin.
“Tumben dihabisin ?”, kata kak Dewi lihat saya makan dengan lahap.
“Abis enak sich !”,
“Biasanya, ia tuch ! sulit makannya, di masakin ini-itu…!”,
“Bohong kak ! janganlah dengarkan !”, kataku menimpali perkataan kak Dewi
“Alah… memang umumnya begitu kok !”, kak Dewi memotong ucapanku. Kak Sinta cuma tersenyum saja. Manis kembali senyumnya.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Mmmuah ! ingin rasa-rasanya kusentuh bibirnya itu.
Satu minggu berlalu, sehari-hari rasa-rasanya saya jadi lebih bejat. Pikiranku kotor selalu. Teringat kak Dewi serta kak Sinta. Akan tetapi yang seringkali menari-nari dalam khayalanku lalu ialah figur kak Dewi. Mungkin sebab dia yang setiap hari bertemu. Hingga pikiran kotorku lalu merujuk padanya.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya terasa bersalah sebab lalu khayalanku makin kalut. Saya demikian terobsesi dengan kak Dewi. Tiap-tiap mendekati tidur, pikiranku melayang memikirkan kak Dewi. Saya ingin rasakan kehangatan badan mulusnya, mencicipi tiap-tiap inci kulit halusnya. …ahhhhhh…..!!!

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Rasa-rasanya semuanya yang terkait dengan kak Dewi membuatku terangsang. Lihat bajunya yang kembali dijemur saja saya terangsang.
Bahkan juga entahlah berapakah kali saat kak Dewi tidak ada di rumah, saya menggunakan beberapa benda pribadi kak Dewi jadi objek fantasiku.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Serta lama-lama saya semakin berani, sampai saya lakukan self service, di kamar kak Dewi, saat tidak ada kak Dewi tentu saja. Seperti siang itu, sebotol Hand Bodi Lotion punya kak Dewi kugenggam erat.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya terlentang di atas spring bad kak Dewi. Isi lotion sudah kukeluarkan hingga melumuri kemaluanku yang mengacung. Kuurut perlahan-lahan, nikmati sensasi yang membuai, sekalian kadang-kadang saya menciumi celana dalam pink kak Dewi. Saya betul-betul tenggelam serta terlena dalam kesenangan. Hingga saya tidak demikian mempedulikan saat ada beberapa suara dimuka rumah. Ah… kak Dewi umumnya pulang jam 6.30, saat ini

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – baru jam 2 siang…. Aman..Ach….shhhh…..
Saya terbawa serta bergelenyar penuh kesenangan hingga….
Jeckrek !!! kunci pintu depan dibuka di luar, lantas pintu terbuka. Seorang masuk. Ya ampun ! saya benar-benar cemas. Kak Dewi Pulang !!!
Dengan gemetar serta penuh ketakutan saya kenakan celana. Ya ampun, amburadul berikut, dan… Hand Bodi Lotion tumpah… mati gue !
Tidak bisa dihindari sebab pintu kamar memang tidak kukunci. Blak…pintu didorong dari luar…
“Tedy…! Ngapain kamu ?”, mata kak Dewi menatapku tajam.
“ng..mmm ini kembali !”, saya tidak berdaya. Pakaian yang kugunakan mengelap ceceran Hand Bodi Lotion di seprai kugenggam erat.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Wangi Hand Bodi Lotion tercium kemana saja. Keringat dingin membasahi tubuhku yang cuma kenakan training. Napasku tercekat pada saat mengerti tatapan kak Dewi ke atas tempat tidur, celana dalam ka Dewi, langerie kak Dewi, bantal guling, serta celana dalamku yang tidak sudah sempat kupakai atau kusembunyikan. Shittttt….sialan!

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kak Dewi menghela nafas panjang serta berat, tatapannya benar-benar menakutkan. Saya menggigil gemeteran. Kak Dewi tentunya bisa menebak kelakuanku.
“Kok cepet pulangnya kak ?”, dengan sulit payah saya bersuara. Tetapi kak Dewi tidak memperdulikanku. Dia berlalu, langkah kakinya menjauhi kamar.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Lantas terdengar dentingan gelas, serta pintu almari es dibuka.
Bergegas saya membereskan semua yang amburadul, seadanya. Lantas cepat-cepat tinggalkan kamar kak Dewi !
“Anjing…!, brengsek “, kataku sekalian memukul dinding.

“Bodoh, bodoh !”, saya mengutuk diriku sendiri. Saya malu sekali. Dengan penuh ketakutan saya bergegas ubah pakaian. Pikiranku kalut sekali. Saya dengan mengendap keluar rumah, motorku-pun kudorong keluar halaman.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Lantas saya kabur…ketempat kost temanku.
Tiga hari saya aku tidak pulang, temanku sampai terheran-heran dengan kelakuanku. Tetapi saya taruh rapat-rapat permasalahan yang sebetulnya. Saya cuma katakan kembali berantem sama kakaku.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Semula saya kebingungan pun kelamaan tidak pulang, ingin pulang pun rasa-rasanya bagaimana. Akan tetapi satu telpon dari kak Dewi membuat semua lebih baik,
“Tedy kamu kemana saja ? kamu di mana ?”, terdengar nada kak Dewi di HP ku, datar. “mm ng… di rumah teman kak ?”, kataku dikit bergetar.
“Pulang…nanti jika mamah nanya bagaimana ?”, nada kak Dewi masih tetap terdengar datar.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tetapi sekurang-kurangnya hal tersebut membuatku dikit lega. “Iya kak !”, lantas tidak terdengar kembali nada kak Dewi. Saya tertegun sesaat, akan tetapi lalu saya akan memutuskan untuk pulang.
Datang di rumah, tatapan kak Dewi menyambutku. Saya tidak berani memandang mukanya. “kamu kemana saja ?”, nada kak Dewi masih tetap terdengar datar seperti ditelepon. “Mmm…dari rumah Wawan kak !”,
“Makan dulu…tuh kakak sudah masak !”, terdengar nada kak Dewi dari ruangan tengah. “Iya kak !”, bergegas saya ke meja makan. Melahap makanan yang ada dimeja makan, memang gua laperrrr !
Besoknya, situasi masih tetap berasa sangat cemplang.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kak Dewi tidak mengucap sepatah katapun. Dia buang muka saat berpapasan dengan saya yang punya maksud ke kamar mandi. Tuntas mandi, ubah pakaian, kembali keruang makan. Saya serta kak Dewi sarapan seperti umumnya, tetapi rasa-rasanya situasi benar-benar mencekam.

Kak Dewi terlihat cepat-cepat mengakhiri sarapannya. Akupun bergegas habiskan bekas makananku.
“Kak, maafin Tedy yah !”, kataku sekalian meletakan gelas yang airnya habis kuteguk.
Kak Dewi tidak bersuara, tetapi matanya menatapku, penuh keheranan serta tanda pertanyaan, atau tatapan apakah itu berarti.

Entahlah.
Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Beberapa waktu setelah keadaan di rumah mulai berasa normal, malam itu kak Dewi diruang tengah tonton TV atau membaca majalah. Entahlah atau dapat keduanya, soalnya TV dinyalakan tetapi dia asik membaca majalah sekalian telungkup dipermadani. Dagunya diganjal dengan bantal guling. Saya lalu duduk disofa, pas dibelakangnya. Rasa-rasanya badanku gemetar melihat pandangan dihadapanku. Sittttt !!!! Pikiran gilaku melintas kembali.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Pantat kak Dewi yang cuma dilapis selembar pakaian tidur tipis demikian indah tampak. Garis celana dalam yang dikenakanya terlihat menggurat. Betisnya itu, alamak. Saya tidak tahan ingin mengecapnya dengan lidahku. Dan…
“Bikin minum dong, haus nih…!”, Kak Dewi membalikan badannya, serta lihat kearahku yang tengah nikmati sisi belakang tubuhnya.
“Orange, atau susu ?”, tiada sadar saya melirik mengarah dadanya.
Kak Dewi rasakan pandangan mataku, dia membenarkan leher pakaiannya.
“Susu deh ! tetapi janganlah penuh-penuh yah !”,
“Ok !”, lantas saya pergi ke ruangan samping. Seperti kesukaannya jika membuat susu dia tentu cuma meminta 1/2 gelas.

“Takut tidak abis”, tuturnya !
“Nih kak !”, kataku sekalian menempatkan gelas susu disamping kanan. Lantas saya berjalan kesebelah kiri kak Dewi. Kak Dewi selekasnya mereguk minuman yang kusediakan untuk dia itu. Saya sendiri mencapai majalah yang tengah dibaca Kak Dewi.
“Ih apaan nih, sini ! orang kembali dibaca pun !”, kak Dewi berupaya mencapai majalahnya kembali. Pada akhirnya kulepaskan. Saya ambil remote TV. Sekalian tengkurap selain kak Dewi, saya memindah-mindah chanel.
“Kebiasaan Tedy mah, pindah-pindah selalu, balikin TransTV !”, tuturnya sekalian berupaya mencapai remote. Akupun menyerah, kukembalikan channel ke TransTV.
Lantas saya memiringkan tubuh, saat ini saya menghadap mengarah kak Dewi. Menatapnya dalam-dalam. Ah… kakak ku sayang, engkau cantik sekali.

Lantas saya mutup ke-2 mataku rapat-rapat.
“Kak ingin bertanya, bisa ?”, kataku sekalian masih pejamkan mata.
“Tanya apakah sich !”, dia menjawab tiada melihat.
“ng…mmmm mengapa Tedy terakhir jadi aneh yah ?”,
“Maksudnya apakah ?”,
“Tapi kak Dewi janganlah geram yah !”,
“Akhir-akhir ini, tedy seringkali error. Pikiranya yang begituuu.. saja.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tidak siang tidak malem, pusing deh !”,
“Mikirin apakah sich ?”,
“Ah… kak Dewi ini. Tujuan Tedy… mmm janganlah geram yah. Rasa-rasanya Tedy mudah terangsang deh !”, kubuka mataku, keterkejutan terlihat diwajah kak Dewi. Lantas dia menghela nafas panjang.

“Kebanyakan tonton film buruk kali. Tuch dikomputer hapus-hapusin gambar gambar buruk seperti begitu !”,
“Bisa pun sih…, jika masturbasi bahaya tidak sich kak?”, saya kembali melemparkan pertanyaan yang mengagetkannya.
”Apaan sich gituan di tanya-tanyain ?!”, terlihat kak Dewi cukup gusar menimpali pertanyaanku.
“Kalau kata teman tedy sich, mendingan masturbasi dibanding main sama cewek nakal, dapat penyakitan !”,

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tidak terdengar komentar. Waduh saya kehabisan beberapa kata.
“Sebenarnya dikarenakan kak Dewi sich !”, serta saya menanti. Benar saja, kak Dewi bereaksi. Dia menatapku penuh bertanya.
“Menurut satu survai, 60 persen wanita lajang lakukan masturbasi, bener kan ?”, saya kembali melemparkan pukulan beberapa kata.
“Kata siapa kamu ?”,
“Kata koran dannnnn… lubang kunci !”,
“Maksud Tedy apakah sih…? Kakak jadi pusing !”,
“Tedy tahu rahasia kak Dewi !”,
“Rahasia apakah ?”,

“Kak Dewi senang menggeliat-geliat di tempat tidur tiada baju serta memeluk bantal guling !”, pada akhirnya. Mata Kak Dewi membeliak kaget. Tatapan matanya menunjukkan perasaan geram serta malu, tetapi dia berupaya menutupinya.
“Kamu ngintip ?”,
“Gak menyengaja sih…!”, kubenamkan mukaku dipermadani sekalian menanti dampak setelah itu.
“Tapi tenang saja. Rahasia kak Dewi aman kok ditangan Tedy.

Serta rahasia Tedy ada ditangan kak Dewi.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saling aman ok ?!”, Kak Dewi tidak bersuara. Betul-betul terdiam. Dia justru membolak-balikan halaman majalah.
“Meskipun ada satu rahasia kembali !”, terlihat muka kak Dewi kembali menegang. Pandanganya ke arah kepadaku, yang sekarang pun menatapnya.
“Kak Sinta… !”, kataku. Kak Dewi betul-betul terhenyak. Dia bangun sampai terduduk. Saya membalikan tubuh, terlentang selain kak Dewi.
“Tenang saja. Tedy tidak akan membocorkannya ke siapapun juga kok !”,
“Tedy tahu semua ?”, kata kak Dewi tidak diduga.

Pandangan matanya sekarang memelas serta penuh ketakutan.
Saya menganggukan kepala.
“Jangan katakan siapapun juga, janganlah katakan mamah.

Please !”, kak Dewi mengguncang bahuku.
“Tenang…pokoknya aman !”,
Kak Dewi terlihat resah. Saya tidak tega memandangnya.
Kak Dewi yang begitu baik padaku sudah saya antar dalam satu keadaan serba salah serta menakutkan baginya. Tetapi biarlah.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tidak diduga terdengar dering telp, bergegas saya bangun serta mengusung gagang telpon.
“Halloo..!”, terdengar nada wanita diseberang sana.
“Hallo…!”, kataku
“Ini tedy yah ?, kak Dewi ada ?”, nada itu terdengar lembut.
“ng.. ini siapa yah ?”, kataku sekalian menduga-duga.
“Ini Sinta…kak Dewi-nya ada ?”,
“Ada…sebentar ya kak !”, kataku.
“Kak… ini kak Sinta !”, kataku pada kak Dewi. Kulihat tidak diduga expresi kak Dewi menegang. Akan tetapi tidak urung dia mendekatiku, serta terima gagang telephone yang kusodorkan.
“Haloo..”,

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya bergegas pergi, tidak ingin mengganggu “sepasang kekasih” yang telepon-an. Saya naik ke lantai atas, ke arah kekamarku sendiri. Kukunci pintu kamar, mematikan lampu, dengan perasaan campur aduk.
Sesaat lalu kudengar langkah kaki kak Dewi di tangga ke arah kamarku. Lantas tidak diduga saya dengar ketukan serta nada kak Dewi.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya terdiam, menanti. “Tedy…!”, kembali terdengar ketukan. Kunyalakan lampu lantas buka kunci pintu kamar.
Tiada kupersilahkan kak Dewi menyodok masuk lantas duduk di tepi tempat tidur. “Tedy…”, kak Dewi tidak diduga pecahkan keheningan.
Saya yang akan menyalakan rokok, melihat.
Kulihat kak Dewi menatapku dalam-dalam. Kelihatannya ada suatu yang ingin diucapkanya. Tidak jadi menyalakan rokok. Saya menarik kursi, serta membalikanya hingga menghadap mengarah kak Dewi. Lantas saya duduk di depan kak Dewi. “Tedy dapat pegang rahasia kan ?”, dia menatapku benar-benar. Ada ketakutan dimatanya.
“Masalah apakah ?”,
“Sinta…!”,

“Oh…!”, saya mengangguk perlahan-lahan.
“Jangan sampai Mamah tahu !’,
Saya cuma menatapnya, lantas tersenyum cemplang.
“Janji ?!”, kak Dewi menatapku dalam-dalam.

“Janji !”, kataku sambl mengacungkan telunjuk serta jari tengahku.
“Tedy bisa meminta apakah saja, tentu kakak turutin, syaratnya satu, tidak bisa bocorin rahasia !”,
“Tenang…aman !’, kataku cukup bergetar.

“Tedy ingin meminta apakah sama kaka?”, kelihatannya kak Dewi coba bernegosiasi, he he….
“ng…gak meminta apa-apa deh…mmm…”, benar-benar tidak terpikir untuk meminta suatu pada kak Dewi, kembali juga saya benar-benar tidak kepirkiran untuk mengungkapkan rahasianya. Akan tetapi tatapan liarku mengarah dada ka Dewi benar-benar dinterpretasikan oleh kak Dewi.

“Kakak tahu kok apakah yang Tedy kehendaki, sini…!”, kak Dewi menepuk spring bad, mungkin tujuannya menyuruhku duduk disebelahnya. Saya sangsi sekejap.
“Sini….!”, tuturnya mengulang-ulang.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Walau sangsi saya lalu bergerak, serta dengan bingung saya duduk disampingnya. Darahku berdesir waktu jemari lembut kak Dewi menyeka punggung tanganku. Lantas dia mencapai telapak tanganku.

Jemari tanganku digenggamnya.
“Pasti Tedy saat ini kembali error !”, tidak diduga kak Dewi berkata datar,
“Apaan sich kak ?”, kataku cukup jengah.
“Pake pura-pura kembali !”, kak Dewi menggerakkan tubuhku.

Sebab Kak Dewi menyaratkan supaya saya terlentang jadi saya selekasnya terlentang dengan kakiku menjuntai kelantai.
“Tedy ingin ini kan ?”, jemari kak Dewi merayapi pahaku.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya terhenyak meredam nafas. Lalu kak Dewi tiada sangsi mulai meremas kemaluanku perlahan-lahan, ahh….., ke-2 lututku terangkat parlahan, lantas kuturunkan kembali.
“Kak…”, kataku lirih
“sst…kakak tahu apakah yang Tedy kehendaki, tenang aja…”, kak Dewi betul-betul meremas-remas kemaluanku. Geletar nikmat perlahan-lahan merayap, bersamaan semakin mengerasnya batang kemaluanku. Kuraih bantal, kudekap sampai menutupi mukaku. Perasaan jengah serta nikmat membaur jadi satu.

“Pake malu-malu kembali !”, kak Dewi memaksaku melepas bantal. Pada akhirnya untukku cuma dapat tutup mata serta nikmati gelenyar kesenangan dari tiap-tiap remasan tangan kak Dewi. “Ah…shhh..kak….!”,
Tanganku perlahan-lahan merayap mengarah pinggang kak Dewi, meremasnya perlahan-lahan bersamaan geliat kesenangan. Saya makin berani sebab kak Dewi tidak menampik remasan tanganku dipinggangnya.
Tidak diduga, “Udah ya…cukup begitu saja !”, tidak diduga kak Dewi hentikan remasan tanganya.

“Ah kakak !”, saya mendesah sedih, hampir saya melompat bangun.
“Kenapa ?”, dia menatapku, satu senyum seakan merayu saya yang tengah konak.
“Tanggung…please…!”, saya mendesah serta memelas.
“Dasar….”, tuturnya sekalian memijit hidungku.
Tiada sangsi saya melepas training yg kukenakan, kemaluanku yg benar-benar sudah mengeras, mendongak…
Terlihat ada perasaan jengah pada tatapan kak Dewi, saya bangun dari tidurku, “Please…!”, lantas kuraih tangan kak Dewi supaya menjamah kemaluanku. Pada akhirnya tidak urung kak Dewi menuruti kemauanku.

Kembali kuhempaskan badan, lantas menanti kak Dewi lakukan perihal yg semestinya. Tangan lembut serta halus kak Dewi memegang kemaluanku, kelihatannya dia cukup sangsi, badanku mengerjap sekejap, saat tangan kak dewi mulai meramas kemaluanku dengan perlahan-lahan. Kupenjamkan mata, nikmati tiap-tiap kesenangan yang hadir.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Makin lama keinginanku makin kuat. Saya mendesah, mendesah serta kadang-kadang menggeliat.
Remasan tangan kak Dewi memang nikmat, akan tetapi makin lama saya inginkan lebih, lantas saya mencapai Hand Bodi dari antara tepi springbad, dengan gemetar kusodorkan pada kak Dewi.
“Apa ini ?”,
Walau tampak sangsi, perlahan-lahan kak Dewi mencapai Hand Bodi Lotion, buka tutupnya, menumpahkannya ditangan kanannya.

Lantas dia melumuri kemaluanku. Ahhh..
“Maafin Tedy ya kak !”,
“Iya anak nakal !”, tuturnya. Mungkin semestinya dia tersenyum tetapi saya tidak memandangnya.
“Digimanain ?”, tuturnya berbisik perlahan-lahan.
“Urut saja, keatas serta kebawah, pelan-pelan !”,
“Begini…!”,

“Ya…ah… shhh… kak Dewi…!”, akupun terbenam serta terlena dalam kesenangan. Belaian lembut tangan Kak Dewi benar-benar membuat saya terbuai. Serta tiada kuminta kak Dewi sudah cukup memahami saat telah cukup jadi kering serta kesat ditambahkannya kembali cairan Hand Bodi itu. Dia sudah tahu yang kuinginkan.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Triknya mengurut serta meremas benar-benar prima. Saya lalu cuma dapat pasrah, mendesah serta mendesah.
“ssshhhh… kaka…mkasihhhh…. Mmmm shhhhh enak !”,
Saya selalu mendesah serta mendesah. Kak Dewi betul-betul memanjakan saya. Dia mengurut serta membelai membuat saya berasa melambung-lambung. Tetapi lama kelamaan ada perasaan nyeri dikemaluanku.

Lama-lama semakin nyeri.
“kenapa ? sudah ?”, kak Dewi menanyakan saat tanganku meredam pergerakan tanganya yang masih tetap mengurut serta membelai. “Ngilu…!”, kataku berbisik.
Lantas saya bangun dari tempat tidurku, hingga kami duduk berdampingan. Kak Dewi tampak berupaya mengelap cairan Hand Bodi yang berlepotan ditanganya. Trainingku jadi korban. Tanggung sekalipun kotor, akupun mengelap kemaluanku dari cairan handbody.

Kami terdiam, sesaat.
“Tahu tidak sebetulnya Tedy senang pakai bantal guling. Seperti Kak Dewi !”,
“Apa enaknya…!”, pertanyaan itu seakan terlontar demikian saja.
“Ya enak saja. Gesek-gesek. Sekalian memikirkan tengah memeluk kak Dewi !”.
“Dasar !”, dia memelintir kupingku.
“kak Dewi…!”,
‘Apa..?”,
‘Tanggung nih !”,
“Tanggung apanya ?”,
“Pura-pura jadi bantal guling ingin ?”,
“Apalagi nih !”,

“Tedy tidak tahan nih. Tetapi kak Dewi tidak perlu cemas. Tedy tidak mengakibatkan kerusakan apa pun. Kak Dewi masih berpakaian komplet. Kak Dewi cuma berbaring saja. Kelak Tedy…!”, kak Dewi terdiam tidak menjawab.
“Cuma gesek-gesek saja !”, saya lalu menandaskan.
“Gimana ? kamu ini aneh-aneh saja ?”,
“Berbaring dahulu kak Dewi-nya. Pokonya aman deh.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Tedy tidak akan mengakibatkan kerusakan apa pun. Janji !”, kataku sekalian 1/2 menggerakkan badan kak Dewi.
Kak Dewi tidak urung menurut. Dia beringsut keatas spring bad, lantas kubaringkan tubuhnya sampai terlentang.
Dengan bergetar lalu saya berbaring menyamping. Lantas kakiku menyilang keatas dua kakinya. Selangkanganku sekarang melekat ke pahanya. Sayang masing terlindung baju yang dikenakannya. Tetapi cukup enak.

SITUS JUDI ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA

Lantas saya mulai menggesek-gesekan kemaluanku kepaha kak Dewi. Perasaan nikmat perlahan-lahan mengalir bersamaan gesekan itu. Lama-lama semakin berasa enak. Tangan kak Dewi kupaksa supaya ingin memutari pinggangku. Saya selalu menggesek serta menggesek. Sekejap saya bebaskan bajuku, saya sekarang telanjang bundar, menelungkup badan kak Dewi yang masih tetap terbungkus Langerie…

”shhhh…. Mmmm enak kak. Enak ! shhhhh ahhhh shhh !”, tiada sadar saya menciumi pundak kak Dewi. Saya semaki berani sebab kak Dewi membiarkan saya menciumi pundaknya. Lama-lama tubuhku semakin berubah. Tahu-tahu saya sekarang ada di antara dua paha kak Dewi. Kemaluanku menggesek-gesek persis kemaluan kak Dewi. Benar-benar nikmat. Geletar-geletar birahi semakin mencapai puncak.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya mendesis serta mendesah sekalian kadang-kadang mendaratkan ciuman ke bahu kak Dewi. Makin lama saya mengerti, tiap-tiap saya berjalan serta menggesek, badan kak Dewi turut berjalan selaras pergerakan tubuhku. Bahkan juga seringkali dia membenarkan tempat pinggangku.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kemaluanku selalu menggesek-gesek kemaluan kak Dewi. Serta selalu bergoyang-goyang memiliki irama.
“Kurang keatas…sakit tahu !”, nada ka Dewi terdengar mengincar.
Saya menurut. Saya berjalan lebih keatas. Paha kak Dewi berjalan seakan memberikan ruangan supaya tubuhku berjalan lebih bebas.

“Pelan…pelan…”, dia mendesis,
“Enak kak?’, pada akhirnya kulontarkan pertanyaan itu. Kak Dewi terdiam. Akan tetapi nafasnya makin terdengar mengincar. Jemari tangannya berasa meremas-remas punggungku.
Tiada minta kesepakatan saya berupaya mencapai celana dalam kak Dewi.
“Mau apakah ?”,
“Biar tidak sakit lepasin saja yah ?”, dia dikit mempertahankanya.
“Please !”, kataku. Pada akhirnya kak Dewi menurut.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Bahkan juga kakinya bergerak-gerak membantuku melepas celana dalam itu. Saya tidak punya maksud menyetubuhi kak Dewi. Tidak betul-betul maskudku. Agar bersentuhan lebih dekat saja. Serta untuk kali pertamanya dalam hidupku. Kemaluanku melekat pada kemaluan wanita. Benar-benar sensasinya mengagumkan.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Kemaluanku ke arah kebawah, terjepit di antara paha kak Dewi. Lantas saya mulai menggesek-kesekanya. Ada suatu yang hangat akan tetapi basah di bawah sana. Makin kugesekkan makin berasa nikmat. Tidak diduga saya dengar kak Dewi mendesah perlahan. Kepalanya mendongak. Kuulangi pergerakan serta gesekanku, kembali dia mendesah. Pada akhirnya kuulangi gesekan diwilayah itu. Saya suka dengar kak Dewi mendesah-desah serta mendesah. Kami nyatanya ada pada tempat sama-sama berdekapan.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Muka kami demikian dekat. Saya rasakan semburan nafas hangat kak Dewi. Dengan lembut kudaratkan bibirku didagunya. Lalu berubah, perlahan-lahan. Pada akhirnya bibir kami berjumpa. Bibir kak Dewi awalannya diam tidak bereaksi saat bibirku berupaya melumat, tetapi lama kelamaan bibir itu membalas lumatan bibirku. Kami berpagutan serta sama-sama melumat.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Makin lama semuanya makin liar. Saya sekarang bahkan juga telah mencicipi, menjilat bahkan juga 1/2 menggigit leher kak Dewi. Saat jilatan lidahku menyerang pangkal leher di bawah telinganya, kak Dewi mendesah serta mendesah. Saya sekarang betul-betul membuat kak Dewi jadi hilang kesadaran. Dia sudah jadi betul-betul liar.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Diarahkannya kepalaku untuk menciumi dadanya. Saya maklum dengan apakah yang diharapkan kak Dewi. Saya bangit dari cengraman tubuhnya. Lantas dengan gemetar kubuka Langerie yang dipakai kak Dewi. Lalu Bra yang dikenakannya. Sekarang badan kak Dewi tidak berbalut selembar benangpun, seperti saya. Tidak tahan terlalu lama saya merangkul badan kak Dewi.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya menggumulinya dengan penuh nafsu. Saya jilat tiap-tiap inci tubuhnya, makin kak Dewi mendesah makin saya mejilat serta menggigit. Putting susunya bergantian saya lahap. Saya seperti orang yang kesetanan. Tiada berasa saya mulai menjilati badan kak Dewi sisi bawah. Bahkan juga saya sekarang mulai menciumi pangkal paha serta selangkangannya. Kak Dewi mendesah serta melenguh. Saya tidak tahu bagaimanakah cara menjilat yang benar dan baik.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Pokonya makin keras rintihan kak Dewi makin lama saya menjilat. Kupingku berasa berdenging serta pekak sebab terjepit ke-2 paha kak Dewi. Saya menjilat serta selalu menjilat kemaluan kak Dewi. Walau hidungku mencium aroma yang aneh, serta lidahku mencicipi perasaan yang aneh juga. Saya selalu menjilat. Bahkan juga bibirkupun mencium beberapa bagian kemaluan kak Dewi. Saya bahagia dengar kak Dewi Merintih-rintih serta menjerit. Sampai lalu kak Dewi menarik kepalaku

“Sudah-sudah ! nyeri !”,
“Ngilu ?”, batinku. Bukanya enak ?
Nafas kak Dewi tersengal-sengal. Saya selekasnya mengelap mulutku dengan pakaian kak Dewi, mengusir perasaan tidak nyaman dimulutku. Akan tetapi saya masih tetap bernafsu. Saat saya punya maksud menaiku badan kak Dewi.
“Tunggu sesaat. Masih tetap nyeri !?”, tuturnya.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Pada akhirnya saya cuma bisa menciumi perut serta dada dan payudara kak Dewi. Ke-2 tangan kak Dewi membelai-belai rambutku.
Tubuhku perlahan-lahan mulai merayap kembali. Masuk dalam dekapan hangat badan kak Dewi. Perasaan nikmat itu perlahan-lahan kembali mengalir. Kemaluan kami kembali bergesekan. Serta saya mulai meracau…
“Jangan !”, kak Dewi meredam tubuhku. Saya tidak tahan kembali. Saya ingin memasukannya. Saya ingin rasakan tenggelam dalam lembah kesenangan itu.

“Jangaaaaannn… please ! Tedy janganlah !”, kak Dewi meminta saat saya coba serta memaksa untuk ke-2 kalinya.
“Tedy sudah tidak tahan kak ! tidak tahan kembali !”,
“Tapi Tedy sudah janji, tidak akan mengakibatkan kerusakan.!”, kak Dewi menghiba.
“Tedy sudah tidak tahannnnnn….shhhh !”,
“Kak Dewi pun sama. Tetapi please jangannnn shhh !”,
Kak Dewi berbisik dengan nafas mengincar.

SITUS JUDI ONLINE AMAN DAN TERPERCAYA

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya tidak tahan kembali. Akan tetapi lalu otak warasku ada. Jika dengan bantal guling saja saya dapat senang, mengapa saat ini tidak.
Saya mengambil celana dalam kak Dewi, lantas kugunakan untuk menutupi kemaluan kak Dewi. “Tedy ingin keluar di tempat ini, bisa yah !”. 1/2 meminta saya berbisik.

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Sebab tidak dilarang selekasnya saya menempatkan kemaluanku. Ke arah kebawah serta terjepit paha kak Dewi. Ke-2 Kemaluan kami cuma dipisah selembar celana dalam. Serta saya lalu mulai menggesek. Mencari sensasi kesenangan itu. Saya menggesek serta menggesek. Tidak beberapa lama, gelombang kesenangan itu hadir. Cratt cratt…..

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Saya terkapar di atas badan kak Dewi. Terdiam sesaat, sebelum kak Dewi menggerakkan tubuhku yang menindih tubuhnya. Saya terbaring ke samping. Ingin rasa-rasanya saya memeluk kak Dewi terlalu lama. Tetapi kak Dewi cepat-cepat bangun. Dikenakannya Langerie-nya kembali. Lantas bergegas dia keluar dari kamarku. Celana dalamnya yang basah berlumuran ditinggalkannya !

Akibat Kakakku Ketagihan Mansturbasi – Mulai sejak itu, rahasia di rumah ini makin bertambah, sampai saat ini kami selalu melakukanya, tidak sering memang, akan tetapi saat saya inginkan atau saat kak Dewi “kepengen” (demikianlah arti kak Dewi), jadi kami akan mengerjakannya. Didapur, dikamar mandi, diruang tengah, bahkan juga diruang tamu. Satu perihal yang masih kami jagalah, kami tidak betul-betul bercinta, benar-benar akupun komit dengan janjiku, saya teramat menyayangi kak Dewi, saya tidak ingin merusaknya, semua yang kuperoleh sudah lebih cukuplah bagiku. Serta semoga tetap akan saperti itu.